Investor asing kembali beraksi dengan memilih menjual saham di bursa saham Indonesia, akibatnya IHSG diturunkan. Menurut data IDX, net foreign sell (aksi jual asing) pada perdagangan kemarin mencapai Rp20,9 triliun, yang merupakan jumlah besar untuk pertumbuhan ekonomi kita.
Sementara itu, aksi beli asing atau net foreign buy hanya sebesar Rp14,7 triliun. Menurut data ini, investor asing masih sangat mengandalkan strategi investasi mereka di luar negeri.
Di sisi lain, aksi beli investor domestik mencapai Rp30,6 triliun, namun tidak enough untuk menyeimbangkan aksi jual asing. Aksi jual investor domestik mencatatkan penjualan sebesar Rp24,4 triliun.
Pada perdagangan kemarin, sektor perbankan menjadi sasaran utama aksi jual investor asing, dengan Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan penjualan bersih asing terbesar sebesar Rp4,15 triliun. Selain itu, saham perbankan lain seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank BRI (BBRI) dan Telkom Indonesia (TLKM) juga mengalami penjual belian yang signifikan.
Arus keluar dana asing ini mendorong harga saham BBCA ke level terendah sejak Juli 2022. Tekanan jual asing juga dialami oleh beberapa emiten besar lainnya, seperti Aneka Tambang (ANTM), Merdeka Gold Resources (EMAS) dan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP).
Sampai saat ini IHSG menurunkan 7,35 persen ke level 8.320,56 atau terkoreksi 659,67 poin pada penutupan perdagangan.
Sementara itu, aksi beli asing atau net foreign buy hanya sebesar Rp14,7 triliun. Menurut data ini, investor asing masih sangat mengandalkan strategi investasi mereka di luar negeri.
Di sisi lain, aksi beli investor domestik mencapai Rp30,6 triliun, namun tidak enough untuk menyeimbangkan aksi jual asing. Aksi jual investor domestik mencatatkan penjualan sebesar Rp24,4 triliun.
Pada perdagangan kemarin, sektor perbankan menjadi sasaran utama aksi jual investor asing, dengan Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan penjualan bersih asing terbesar sebesar Rp4,15 triliun. Selain itu, saham perbankan lain seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank BRI (BBRI) dan Telkom Indonesia (TLKM) juga mengalami penjual belian yang signifikan.
Arus keluar dana asing ini mendorong harga saham BBCA ke level terendah sejak Juli 2022. Tekanan jual asing juga dialami oleh beberapa emiten besar lainnya, seperti Aneka Tambang (ANTM), Merdeka Gold Resources (EMAS) dan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP).
Sampai saat ini IHSG menurunkan 7,35 persen ke level 8.320,56 atau terkoreksi 659,67 poin pada penutupan perdagangan.