Batal Jadi Calon Hakim MK, Inosentius Samsul Dapat Tugas Lain

Keretapan Ganti, DPR RI Batal Minta Inosentius Tidak Menjadi Calon Hakim MK. Sementara, Inosentius Sendiri Dapat Mendapatkan Penugasan Lain. Sebelumnya, Inosentius diangkat sebagai calon hakim konstitusi pada 21 Agustus lalu.
 
Rahasia ini sih kayak banget. Ganti-ganti seperti ini nggak pernah terjadi di Indonesia sebelumnya. Kalau sekarang siapa yang tahu pasti siapa aja yang bakal menjadi hakim konstitusi. Inosentius punya kesempatan untuk mendapatkan penugasan lain, kayaknya dia tidak perlu khawatir. Tapi, bukan cuma soal dia aja, kalau DPR RI udah batal nanya, berarti mereka jadi kalah dalam perebutan. Kalau Ganti-Ganti ini terus terjadi, pasti siapa yang bakal jadi hakim konstitusi kayaknya udah tidak jelas lagi... πŸ€”πŸ˜’
 
ini bikin bingung kan? sebenarnya kalau mau minta inosentius tidak menjadi calon hakim MK itu harus ada alasan yang jelas dan bukan cuma karena dia adalah inosentius aja πŸ€”. tapi apa sih masalahnya kalau dia sudah diangkat, ternyata ada orang lain yang bisa menggantikannya? ini seperti cerita tentang keretapan ganti, tapi sebenarnya kayaknya harus lebih transparan dan jelas siapa yang akan menjadi hakim MK πŸ™„. mungkin ada yang bermaksud untuk membantu meningkatkan kualitas calon hakim, tapi kalau tidak ada alasan yang tulus, ini bisa saja menimbulkan keraguan dan kontroversi di masyarakat.
 
Saya pikir ini galibatnya, DPR RI kayak gila aja. Mereka sendiri yang berasal dari kalangan politik, tapi masih mau menentang orang lain. Inosentius itu benar-benar profesional, tapi apa maksudnya sih? Dia bisa menjadi calon hakim konstitusi, tapi tidak bisa jadi hakim MK? Itu seperti memilih kaya orang untuk pengerjaan sederhana, tapi tidak memilih orang yang terampil. Saya rasa ini karena DPR RI sendiri yang punya masalah, bukan soal Inosentius.
 
Pikirannya kayak giliran ya... Kalau mau mengganti Inosentius dulu, kapan juga? Itu seperti bata angin, ngomong-nomong tapi tidak bertindak. Mending aja langsung menempatkan dia di tempat yang tepat, bukannya berantakan begitu-begitu saja. Kalau mau berubah, harus ada tindakan yang konkrit, bukan hanya memikirkan-pikiran aja πŸ€”. Sementara Inosentius, mungkin dia sudah siap untuk mengambil pekerjaan lain yang lebih sesuai dengan kemampuannya. Tapi apa yang terjadi dengan kepercayaan publik? Apa yang terjadi dengan reputasinya sebagai calon hakim konstitusi? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Haha ga konsen sih, ganti kalau Inosentius duduk di pintu MK ya? 🀣 Nah, toh tahu kan dia jadi calon hakim konstitusi dulu aja, sapaan dia di DPR RI kayaknya pas mau diubah jadi apa? πŸ˜‚ Tapi serius, siapa tau keputusan ini salah, tapi kalau ganti duduk di pintu MK aja sih kan lebih deket aja dengan hakimannya 🀣. Saya rasa kalau Inosentius masih bisa mendapatkan penugasan lain, toh itu baik banget ya, karena dia jadi korban perdebatan sih? πŸ˜‚
 
ada yang bilang kalau ganti ini sengaja diajak oleh pemerintah untuk tidak menjadi hakim MK, tapi aku pikir itu sengaja diajak oleh si calon yang akan naik ke posisi tersebut 😏. kenapa diangkat tiba-tiba aja dan kemudian dibatal? itu nggak normal ya! apalagi kalau diangkat karena kepercayaan masyarakat, tapi lalu dibatalkan tanpa alasan yang jelas πŸ€”. aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di balik ganti ini, tapi aku cuma speculasi aja, nggak punya bukti apa-apa πŸ˜…. apa yang sebenarnya terjadi? itu yang perlu dipertanyikan.
 
Gue pikir ini masuk akal ya, tapi juga bikin keretapan aja kacau. Kadang aja aku berpikir, apa yang salah kita? Kita punya undang-undangnya, tapi gak bisa menahan orang yang dipilih untuk menjadi hakim. Inosentius ini mungkin tidak sempurna, tapi kita harus ngaruhin dia juga buat pribadinya aja. Bisa jadi dia masuk akal di lain kesempatan. Dan siapa tahu, kalau gak ada keretapan aja, orang lain akan terluka juga. Kita harus jujur, kita semua punya kelemahan yang sama.
 
ini gampang aja! kalau ganti pas ada yang tidak cocok, sapa sih yang masih bisa? selama tidak ada yang salah, orangnya apa pun suka deh πŸ€·β€β™‚οΈ. tapi kalo serius, kenapa harus ganti begitu saja? apakah ada yang salah sama Inosentius? mungkin kudu ada alasan ya... toh biar jelas aja sih apa yang benar-benar perlu ubah.
 
ini gini keadaan... DPR RI kan mau melibatkan Inosentius dalam kasus ini tapi gak ada yang tahu kenapa. mungkin karena teka-teki ini terlalu sulit? πŸ˜‚ apa sih yang di maksud dengan "Keretapan Ganti"? kayaknya tidak ada klarifikasi. apa yang harus di lakukan kalau Inosentius gak mau menjadi hakim MK? seharusnya harusnya ada saran lebih lanjut dari pihak DPR atau apa? πŸ€”
 
Haha, kalau Inosentius tidak menjadi calon hakim MK, itu seperti ketika kamu beli ticket tiket bioskop dan ternyata filmnya gak ada! 🀣 Tapi, jujur aja, ini bikin macet ya? Minta maaf sih, tapi aku rasa ini sama kayak proses penerimaan kerja di perusahaan. Kalian lamar, lalu kalian dipilih, tapi kalau dipilih tidak bisa bekerja, itu keren juga? πŸ˜‚ Jadi, apa yang harus dilakukan Inosentius? Minta kereta api lain? πŸš‚πŸ‘€
 
Saya penasaran kenapa DPR RI malah memutuskan untuk tidak membuat Inosentius menjadi calon hakim MK. Sementara Inosentius sendiri masih bisa mendapatkan penugasan lain, gak kayaknya sih? Apakah itu karena ada rasa tidak percaya atau apa? Saya pikir kalau sudah diangkat sebagai calon hakim konstitusi, itu berarti dia sudah lulus dari proses seleksi yang ketat. Tapi siapa tahu ada alasan lain yang lebih spesifik. Saya juga ingin tahu, bagaimana cara kerja sistem pengawasan terhadap calon hakim konstitusi di Indonesia? Apakah ada kemungkinan kecenderungan birokratis atau apa?
 
Wow 🀯 kalau ganti kala ini DPR RI udah batal minta Inosentius jadi calon hakim MK, tapi Inosentius sendiri udah diberi penugasan lain yach? Maksudnya apa sih? Apakah karena mereka bingung sama Inosentius atau apa? Interesting πŸ€”
 
Gak percaya nih kalau Inosentius bisa dipindahkan dari posti calon hakim MK ke ganti! Ada yang bayangkan siapa aja yang akan mendapatkan penugasan lainnya? Sama-sama ya, di DPR RI terus mengadopsi strategi ini. Mungkin karena mereka bingung nih bagaimana caranya membuat perubahan sistem yahut apa yang harus dilakukan. Saya pikir yang salah sih mereka sendiri, bukan Inosentius. Kalau memang ada masalah, harus diatasi dengan cara yang tepat, jangan cuma terus mengganti-nyamanin aja.
 
Mungkin kalau ganti ini selesai, orang-orang malah terkejut kalau Inosentius duduk di bench. Kalau tidak ada kekhawatiran, kenapa punya pilihan lain?
 
Gue pikir apa yang terjadi di kantor parlemen ini... kalau mau ganti orang tapi tidak mau ngedakin orang yang sudah dipilih, itu semua masalah. Mau jangan, gue rasa DPR RI ini kurang fokus dengan kepentingan rakyat ya... apa yang penting adalah tidak ada koreksi dan tindakan nyata, hanya semacam ritual atau protokol aja. Sementara Inosentius yang dipekerjakan lagi, itu sama-sama masalah. Gue bingung apa yang mau dicari dari orang yang diangkat sebagai hakim konstitusi... gak ada hasil, apa punya tujuan?
 
Ga sih bisa percaya banget kena apa itu... Inosentius, mantan pasien yang punya kasus korupsi, sekarang punya kesempatan untuk jadi hakim MK! Kira-kira apakah orang Indonesia benar-benar tidak peduli dengan kejujuran seseorang? Saya rasa ini cuma tanda bahwa sistem penegakan hukum kita masih banyak peluang untuk diperbaiki. Ga bisa percaya sih bagaimana caranya kasusnya diangkat kembali seperti ini. Mungkin karena Inosentius punya hubungan dengan beberapa orang penting, tapi itu gak bisa jadi! Saya harap calon hakim lainnya bisa lebih bijak dan tidak terlalu dipengaruhi oleh kepentingan pribadi... πŸ˜’πŸ’”
 
ini bikin saya jengkel banget 🀯! Inosentius diberi penugasan lain setelah diangkat menjadi calon hakim MK, tapi DPR RI ganti pandangannya dan tidak lagi menolak dia menjadi hakim itu πŸ˜’. Siapa tahu apa yang ada di baliknya sih? Inosentius dulu dianggap tidak cocok banget untuk jadi hakim, tapi sekarang semuanya berubah aja πŸ”„. Ini bikin saya curiga apa ada sesuatu yang salah di balik proses ini, tapi mungkin hanya kekejaman sistem saja πŸ˜’.
 
Aku pikir ini kalau ini terjadi karena inosentius punya banyak kasus yang dia jujur dan buat orang lain juga jujur. Mereka tidak main-main dalam pekerjaannya, mau mendengar pendapat dari sisi lain. Jadi, tentu saja pemerintah ingin melanjutkan karirnya di bidang hukum yang lebih luas. Saya senang dengerin inosentius tetap bisa menjadi bagian dari sistem hukum kita πŸ™Œ
 
πŸ€” ga tahu apa yang terjadi disitu... kalau ganti paksa calon hakim mk tapi sendiri bisa mendapatkan penugasan lain kayak mana aja? sepertinya ada sesuatu yang salah di situ πŸ™„. siapa aja yang mau bapak/bangsa ke hakim itu kalau bukan orang pribadi mereka sendiri, tapi nggak bisa jadi karena ganti paksa... kan bikin makin parah lagi πŸ€•. mungkin ada yang tahu jawabannya? πŸ€”
 
kembali
Top