TIRTO.ID, Jumat (23/1/2026) - Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, menyerahkan tujuh kantong jenazah korban pesawat ATR 42-500 ke Kapolda Sulsel. Tujuh paket tersebut merupakan kumpulan jasad seluruh korban tersisa yang berhasil dievakuasi Tim SRU gabungan.
Kemarin (22/1/2026), seluruh jenazah korban dievakuasi dari jurang di area lereng Gunung Bulusaraung, Kab. Pangkep menggunakan heli Dauphin milik TNI Angkatan Udara. Sampai hari ketujuh operasi pencarian dan penyelamatan korban, pihaknya telah menerima 11 paket kantong jenazah dari Basarnas.
"Kami telah menerima 11 paket kantong jenazah dari Basarnas. Jenazah korban pertama diterima pada Selasa (20/1/2026). Jenazah tersebut berhasil teridentifikasi dan telah diserahkan ke keluarga korban, atas nama Florencia Lolita," kata Irjen Pol Djuhandhani, Kapolda Sulsel.
Djuhandhani juga menyatakan bahwa pihaknya telah menerima dua paket berisi jenazah. Salah satu jenazah teridentifikasi atas nama Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, sedangkan satunya bagian tubuh yang belum teridentifikasi.
"Saat ini kami telah menerima 7 kantong jenazah korban pesawat ATR 42-500. Kami akan melakukan identifikasi lebih lanjut pada body pack berisi tulang," kata Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, Kepala Basarnas RI.
Pihaknya juga menegaskan bahwa setelah semua korban ditemukan, pihaknya akan melakukan rapat evaluasi untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan pesawat dan memutuskan penghentian operasi SAR di lereng Gunung Bulusaraung.
Kemarin (22/1/2026), seluruh jenazah korban dievakuasi dari jurang di area lereng Gunung Bulusaraung, Kab. Pangkep menggunakan heli Dauphin milik TNI Angkatan Udara. Sampai hari ketujuh operasi pencarian dan penyelamatan korban, pihaknya telah menerima 11 paket kantong jenazah dari Basarnas.
"Kami telah menerima 11 paket kantong jenazah dari Basarnas. Jenazah korban pertama diterima pada Selasa (20/1/2026). Jenazah tersebut berhasil teridentifikasi dan telah diserahkan ke keluarga korban, atas nama Florencia Lolita," kata Irjen Pol Djuhandhani, Kapolda Sulsel.
Djuhandhani juga menyatakan bahwa pihaknya telah menerima dua paket berisi jenazah. Salah satu jenazah teridentifikasi atas nama Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, sedangkan satunya bagian tubuh yang belum teridentifikasi.
"Saat ini kami telah menerima 7 kantong jenazah korban pesawat ATR 42-500. Kami akan melakukan identifikasi lebih lanjut pada body pack berisi tulang," kata Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, Kepala Basarnas RI.
Pihaknya juga menegaskan bahwa setelah semua korban ditemukan, pihaknya akan melakukan rapat evaluasi untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan pesawat dan memutuskan penghentian operasi SAR di lereng Gunung Bulusaraung.