Dua Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 PK THT Telah Ditemukan
Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh 10 paket jenazah korban pesawat ATR 42-500 PK THT yang terjebak di Gunung Bulusaraung, Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) hari ini. Sejak awal pencarian, 2 paket jenazah sudah berhasil ditemukan dan dijemput oleh keluarga korban.
Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa selama operasi pencarian tersebut, tim SAR berhasil menemukan 10 paket jenazah yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi. Pihaknya berharap bahwa setelah proses identifikasi tuntas, pihak Tim DVI Dokkes Polda Sulsel akan mengumumkan identitas seluruh korban.
"Update dari lapangan, dua paket hasil evakuasi telah tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, pagi tadi. Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan total temuan di lokasi operasi saat ini berjumlah 10 paket yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi oleh tim SAR gabungan," kata Andi Sultan.
Dengan penambahan personel dari Basarnas Mamuju, Basarnas Kendari, dan Basarnas Palu, semalam dilakukan proses evakuasi terhadap korban pesawat ATR 42-500. Proses ini menggunakan helikopter Dauphin dari Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin.
Selain itu, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan bahwa identitas seluruh korban yang ditemukan akan diumumkan oleh pihak Tim DVI Dokkes Polda Sulsel setelah proses identifikasi tuntas.
Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh 10 paket jenazah korban pesawat ATR 42-500 PK THT yang terjebak di Gunung Bulusaraung, Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) hari ini. Sejak awal pencarian, 2 paket jenazah sudah berhasil ditemukan dan dijemput oleh keluarga korban.
Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa selama operasi pencarian tersebut, tim SAR berhasil menemukan 10 paket jenazah yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi. Pihaknya berharap bahwa setelah proses identifikasi tuntas, pihak Tim DVI Dokkes Polda Sulsel akan mengumumkan identitas seluruh korban.
"Update dari lapangan, dua paket hasil evakuasi telah tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, pagi tadi. Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan total temuan di lokasi operasi saat ini berjumlah 10 paket yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi oleh tim SAR gabungan," kata Andi Sultan.
Dengan penambahan personel dari Basarnas Mamuju, Basarnas Kendari, dan Basarnas Palu, semalam dilakukan proses evakuasi terhadap korban pesawat ATR 42-500. Proses ini menggunakan helikopter Dauphin dari Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin.
Selain itu, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan bahwa identitas seluruh korban yang ditemukan akan diumumkan oleh pihak Tim DVI Dokkes Polda Sulsel setelah proses identifikasi tuntas.