Basarnas Klarifikasi Pergerakan Smartwatch Kopilot ATR 42-500

Klarifikasi Basarnas tentang Pergerakan Smartwatch Kopilot ATR 42-500, Farhan Gunawan.

Marsekal Madya TNI M. Syafi'i, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), membahas kasus penerbangan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu lalu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan bahwa data pergerakan langkah kaki dari smartwatch milik Korban (Kopilot) Farhan Gunawan sempat terdeteksi dan memicu spekulasi di kalangan masyarakat. Namun, klaim tersebut tidak berasal dari waktu kejadian kecelakaan itu.

Menurut Syafi'i, data pergerakan langkah kaki yang terdeteksi bukan merupakan informasi terkait kondisi Korban saat insiden terjadi. Melainkan, rekaman lama yang ditemukan oleh Basarnas bersama aparat kepolisian setelah penelusuran yang dilakukan.

Klaim tersebut juga tidak berkaitan dengan kondisi Korban pada saat insiden terjadi karena sudah di clear-kan. Selanjutnya, klaim tersebut hanya merupakan informasi terkait aktivitas langkah kaki Farhan sebelum kejadian itu dan kemudian ditemukan oleh keluarga Korban.

Sehingga, klaim tersebut dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah publik maupun keluarga Korban. Pihak Basarnas memastikan bahwa klaim ini telah dipahami oleh keluarga korban dan tidak ada perbedaan pendapat antara pihak Basarnas dengan keluarga Korban.

Proses pencarian akan terus dilanjutkan sembari mengumpulkan puing-puing pesawat yang nantinya akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.
 
Gak sabar nggak aja kan sih, klaim Basarnas ini jelas kok. Data dari smartwatch itu kapan aja terdeteksi, tapi sepertinya belum adem kan. Apa sih yang mau dibicarakan? Kondisi Korban di saat kejadian? Gak ada jawabannya juga, apa sih aktivitas langkah kaki Farhan sebelum kejadian itu? Klaim-klaim itu kayak ngerasain aja. Lanjutkan pencarian saja aja, nggak perlu banyak klaim yang gak adem.
 
klo lihat cerita ini, aku pikir itu semua gini aja... tapi kalau memang data dari smartwatch korban masih bisa ditemukan, tapi bukan karena kondisi korban saat insiden terjadi, tapi karena rekaman lama yang ada di server... itu juga bisa jadi berarti apa? misalnya ada sesuatu yang salah dengan sistem smartwatch atau apa? aku rasa ini semua ngga perlu dijadikan perdebatan di media, dan kalau ada keluarga korban yang merasa tidak puas, mungkin bisa dipikirkan kembali dari segi teknis... tapi sepertinya klaim pihak Basarnas sudah cukup jelas...
 
Kalau sih aku pikir ini salah strategi banget dari Basarnas, coba lihat siapa yang benar-benar terkena dampak kecelakaan itu? Korban Farhan Gunawan dan keluarganya, bukan masyarakat umum. Mereka yang harus mendapatkan klaim "pemeriksaan" smartwatch itu, tapi malah jadi bahan spekulasi di media sosial. Aku pikir lebih baik jika Basarnas sibuk mencari jawabannya daripada berbicara tentang sesuatu yang tidak terkait sama sekali dengan kejadian itu 😒.
 
gampang banget pihak basarnas klaim itu ya, memikirkan keluarga korban, tapi yang penting buatnya sih clarifikasi kalau bukan informasi terkait kondisi korban saat kecelakaan, tapi rekaman lama aja. kayaknya mereka mau menghindari kesalahpahaman, tapi gak perlu ngerasa harus berbohong, sih 🙃
 
Gue pikir gue udah tahu apa yang terjadi dengannya pasangan korban kayaknya sih... kalau ko ditelusuri ada record langkah kaki sih dari smartwatch, tapi sih itu bukan pasaran. Kalau jadi pasaran nggak bakal sih bisa dipastikan sih apakah korban udah mati dulu atau apa? Saya rasa pengawasan yang tepat dari basarnas di sini harus lebih ketat ya...
 
aku rasa pihak basarnas harus jujur kalau data smartwatch itu hasil rekaman lama dan tidak terkait kondisi korban saat insiden terjadi, tapi mereka masih mencoba menghindari kesalahpahaman dengan klaim yang tidak asli 🙅‍♂️. aku pikir itu bukan cara yang bijak dalam pencegahan kesalahpahaman, malah membuat lebih banyak spekulasi dan keraguan di kalangan masyarakat 😒. sebaiknya mereka jujur tentang data yang ditemukan dan tidak mencoba menghindarinya dengan klaim yang tidak masuk akal 🤦‍♂️.
 
Aku pikir hal ini bikin aku sedih dan bingung sama sekali... Aku rasa kita sering tergoda untuk mencari jawaban yang cepat dan mudah, tapi sering kali itu bukanlah jawaban yang benar. Klaim-klaim yang dikembalikan oleh Basarnas lebih seperti reka cipta yang dibuat untuk menghindari kesalahpahaman, tapi aku rasa kita harus lebih teliti lagi dalam mencari kebenaran... Aku bingung apakah itu bisa dilakukan dengan cara yang jujur dan transparan. Aku pikir kita perlu belajar untuk beristirahat dalam kekelamatan, dan tidak terburu-buru untuk menemukan jawaban yang cepat...
 
Gue pikir makasih Basarnas mau jelasin tentang klaim yang bikin banyak spekulasi. Tapi, gue masih sengaja berpikir apa artinya data pergerakan langkah kaki dari smartwatch itu, kalau bukan merupakan informasi terkait kondisi Korban saat insiden terjadi. Mungkin mereka ingin menghindari kesalahpahaman, tapi juga bikin kita penasaran lagi. Apakah data itu benar-benar tidak terkait dengan kejadian itu? Atau masih ada yang tidak di klarifikasi sama sekali...
 
Aku pikir kalau smartwatch itu kayak kunci rahasia, tapi ternyata itu hanya sekedar rekaman lama yang jatuh di tanah 😅. Aku paham bahwa klaim itu bukan dari kejadian itulah, melainkan dari aktivitas sebelumnya yang ditemukan oleh keluarga korban. Maksudnya, data itu tidak berasal dari kondisi saat insiden terjadi, tapi sebenarnya ada di luar itu. Aku harap klaim ini sudah dipahami oleh keluarga dan pihak yang terlibat, jadi kita bisa fokus mencari jawabannya, ya? 🤔
 
Kasus ini jadi kerengetan, kalau sekarang aja bisa langsung tahu apa yang terjadi dengar? Tapi sekarang, pas-pasan dengan smartwatch Korban, ahahaha!

Saya pikir pihak Basarnas agak lembut mengenai klaim-klaim yang keluar dari masyarakat. Mungkin karena tidak ingin membuat kekacauan lagi, kan? Saya ingat saat ini masih ingat kasus pesawat Lion Air 610 yang jatuh, tapi kalau di tahun 90-an atau 80-an, kita lebih fokus dengan yang terjadi di lapangan daripada memikirkan smartwatch.

Tapi, sayangnya, teknologi makin canggih, dan pihak Basarnas harus beradaptasi dengannya. Saya harap pihak investigator bisa menemukan jawabannya dengan cepat agar keluarga Korban bisa mendapatkan kepastian.
 
gak paham kenapa klaim basarnas harus klarifikasi ya? kayaknya sudah jelas dari awal, data yang ditemukan itu bukan dari waktunya kecelakaan, tapi yang ada di puing-puing pesawat aja. kalau klaim tersebut sebenarnya untuk menghindari kesalahpahaman, tapi gak perlu juga klaim-klaim yang tidak penting seperti ini 😐
 
ada kalian yang pikir smartwatch itu bisa ngakses informasi tentang kondisi korban saat pesawat jatuh? itu bikin aku bingung sih, kalau data itu dari waktu kejadian itu, tapi lama suda ada di smartwatch dan baru ditemukan nanti juga. itu kayak cerita serupa nih, mending jangan ngasih informasi yang tidak pasti aja
 
Maksud apa kalau klaim itu tidak berasal dari waktu kejadian, kan? Jadi aku pikir itu bukti bahwa mereka sudah memeriksa kembali data yang ada, tapi gak jelas sih bagaimana caranya mereka bisa tahu pasti itu tidak dari kejadian. Aku rasa lebih baik jika mereka beritahu langsung apa yang sebenarnya terjadi, gak perlu ngomong-ngomong lagi.

Dan aku pikir pengguna smartwatch itu sendiri gak jadi salah tujuan ya, tapi korban dan keluarga itu. Mereka adalah orang utama di sini. Aku senang mereka bisa berbagi cerita tentang yang terjadi pada Farhan, tidak perlu klaim-klaim yang tidak pasti.
 
Maksudnya, informasi tentang aktivitas langkah kaki dari Farhan sebelum kejadian itu memang bisa bantu kita paham bagaimana ia bergerak saat-saat terakhir sebelum hilang kontak. Tapi jangan terlalu cepat membuat spekulasi, kita harus sabar menunggu hasil investigasi yang lebih lanjut dari KNKT. Aku pikir ini adalah langkah yang bijak dari Basarnas untuk menghindari kesalahpahaman dan memberikan informasi yang akurat tentang kejadian itu 🤔
 
Gue pikir ini kalau kawan gue suka nyanyi di bawah tanah, tapi kalau korban gue masih hidup, gue akan langsung mencari jalan keluar dari situasinya 🤯! Tapi aku rasa ini semua tentang kesalahpahaman dan kita harus berhati-hati dengan informasi yang dipagarkan ke publik. Aku suka banget ketika ada klaim yang dipatahkan, tapi pada kenyataannya ini bisa jadi salah informasi yang menyebabkan kerumunan emosi di masyarakat 🤔.
 
Aku rasa ini sama kayak ketika aku lihat video olahraga keren di TV, tapi kemudian aku tahu itu sudah lama banget... Seperti yang terjadi dengan pesawat ATR 42-500, ada banyak spekulasi tentang apa yang terjadi ke jangkauan. Tapi ternyata klaim-klaim tersebut bukan dari sumber yang benar-benar akurat.

Aku senang melihat Basarnas memberikan klarifikasi resmi tentang hal ini, karena kalau tidak kita akan semakin panik dan salah paham. Aku harap keluarga korban juga sudah mulai mengetahui jawaban yang benar dari klaim-klaim tersebut.

Sementara itu, aku rasa saya sedikit penasaran mengapa ada data pergerakan langkah kaki yang ditemukan? Jika bukan dari waktu kejadian insiden, maka apa maksudnya? Aku harap keluarga korban bisa menjelaskan lebih lanjut tentang hal ini.
 
kembali
Top