Basarnas: Evakuasi via Udara Pesawat ATR Belum Bisa Dilakukan

Kasus pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, masih dalam tahap evakuasi darurat. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang berwenang mengelola operasi penyelamatan di lokasi tersebut masih berupaya menjangkau korban dengan menggunakan jalur udara.

Namun, upaya tersebut belum dapat dilaksanakan karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal di sekitar lokasi kejadian. "Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan," ungkap Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Saat ini, fokus utama operasi SAR diarahkan pada pencarian dan evakuasi korban dengan memanfaatkan golden time yaitu tiga hari sejak kejadian. Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dalam kurang dari 24 jam setelah pesawat dinyatakan hilang kontak.

Lokasi kejadian berada di medan yang sangat ekstrem, berupa tebing curam dengan perkiraan posisi korban berada di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak. Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem.

Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi. "Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan," kata Syafii.

Ditambahkan, proses evakuasi masih terus berlangsung hingga kini karena baru dua dari 10 korban yang ditemukan. Satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada Minggu (18/1/2026) dan Senin (19/1/2026) kembali ditemukan satu korban berjenis kelamin perempuan.

Pencarian terhadap korban akan terus dilakukan dengan memaksimalkan tim rescue darat yang telah mengenal dan menguasai jalur. Sementara, tim terus berupaya menembus medan untuk menjangkau seluruh titik yang diduga menjadi lokasi korban.
 
Kisah ini serupa dengan perjalanan hidup kita, siapa tahu kita sedang berada di "lokasi" tertentu dan tidak bisa melihat apa yang terjadi di sekitar kita 🌫️. Kabut tebal itu seperti kesulitan dalam hidup, tapi kita harus terus mencoba untuk menembusnya dan menemukan jalan keluar πŸš€. Lalu bagaimana caranya kita bisa menembus kabut itu? Kita harus memiliki tim (diri sendiri) yang kuat dan bekerja sama 🀝. Dan juga kita tidak boleh lupa untuk memanfaatkan "golden time" kita sendiri, karena saat ini kita berada di titik kritis dalam hidup kita 😬. Jadi kita harus terus fokus dan berusaha agar dapat menembus kabut tersebut dan menemukan jalan keluar 🌟
 
Sudah waktunya kita doa untuk korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung... πŸ™πŸΌ
Gue penasaran apa yang harus dilakukan basarnas, kalau mereka udah mencoba evakuasi melalui udara dan masih belum bisa... πŸ€”
Saya pikir tim basarnas harus tetap berusaha, walaupun jarak pandangnya terbatas karena kabut tebal... πŸ’¨
Gue setuju, misi kemanusiaan harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan kehati-hatian... πŸ™πŸΌ
Mungkin kalau mereka bisa mendapatkan bantuan dari luar seperti angkot atau kapal untuk menjangkau korban... πŸš—πŸ’¨
Saya harap semuanya beres cepat, gue juga rindu sama korban ini... πŸ˜”
 
Akhirnya kabar baik datang tentang operasi SAR di Gunung Bulusaraung πŸ™. Saya senang melihat bahwa tim SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi dan semangat kebersamaan 🀝. Itu yang penting saat ini, bukan kalah atau menang, tapi keselamatan semua korban yang terjebak di sana πŸ™.

Dan saya rasa perlu diingat bahwa kabut tebal itu tidak bisa disangkal, tapi kita harus terus berusaha untuk mengatasinya πŸ’ͺ. Proses evakuasi memang belum selesai, tapi saya percaya bahwa tim SAR gabungan akan berhasil menemukan semua korban πŸ™.

Saya juga ingin memberikan peluang bagi korban yang sudah ditemukan untuk pulih kembali dengan cepat dan aman πŸ’₯. Semoga semua korban yang terjebak di Gunung Bulusaraung akan segera bebas dari kesulitan ini πŸ™.
 
Kata-kata 'golden time' itu jadi benda yang sangat dihormati, kan? Tapi apa benar-benar pentingnya ini? Kita lihat langsung dari situasi di Gunung Bulusaraung, mana 3 hari sudah berlalu tapi masih belum bisa menemukan semua korban. Bahkan ada yang ditemukan kembali setelah 2 hari, itu apa keajaiban? Mungkin kalau kita fokus pada hal lain, seperti bagaimana bisa mencegah kecelakaan seperti ini terjadi di pertama-tama, maka lebih efektif ya?
 
Udah capek banget lihat kabar ini 🀯. Evakuasi pesawat yang jatuh di Gunung Bulusaraung masih belum selesai, karena kabut tebal dan medan curam itu jadi hambatan besar. Kita harus terus berharap agar semua korban bisa diselamatkan dengan aman πŸ’•. Basarnas yang mengelola operasi penyelamatan ini, mereka bekerja keras banget, tapi kabar baiknya masih belum ada πŸ€”. Kita harus tetap sabar dan mendukung upaya penyelamatan ini 😊.
 
I don’t usually comment but... ini udah terlalu panas banget sama kabut tebal di Gunung Bulusaraung 🌫️. Bayangkan, tim SAR gabungan harus berjuang untuk menemukan korban dalam keadaan seperti ini. Saya rasa perlu ada upaya lain untuk mengatasi masalah kabut tebal itu, jangan cuma tergantung pada cuaca. Mungkin bisa ada solusi lain, kayaknya kru SAR dapat menggunakan teknologi apa saja untuk membantu mencari korban. Yang penting adalah semua korban bisa dilawan dengan cepat dan aman πŸ’―
 
πŸŒͺ️ ini malah mengejutkan banget kalau basarnas belum bisa langsung menemukan lokasi korban dengan ampuh... kabut tebal sih tapi harus jadi prioritas utama ya... 🀯
 
Kabut tebal itu memang sangat mempengaruhi operasi penyelamatan ya... 🌫️ Berapa lama lagi operasi SAR ini bakal selesai? 500 meter ke dalam tebing itu bisa membuat siapa pun ketakutan πŸ˜… Dan kabar gembira kalau sudah 2 dari korban ditemukan, tapi masih 8 yang harus ditemukan dan diselamatkan... 🀞
 
aku pikir jarak pandang yang tebatas dari kabut itu memang bikin sulit buat tim SAR gabungan, tapi aku juga paham kalau ini adalah misi kemanusiaan dan harus dilakukan dengan hati-hati. aku berharap semuanya keluar baik-baik aja, jangan sampai ada korban yang gugur... 500 meter dari puncak itu sangat dalam banget, aku rasa kalau mereka harus berhati-hati banget aja sebelum menembus medan.
 
Miri-miri ini sangat frustrasienya 🀯. Sudah berapa jam operasi SAR masih dihambat oleh kabut tebal di Gunung Bulusaraung? Kalau asalnya ada 10 korban, sudah lama ya tuh yang ditemukan 2 orang aja... πŸ€”. Tim SAR gabungan pasti bekerja keras, tapi kadang juga harus akui bahwa kondisi cuaca dan alam itu sangat ekstrem πŸ”₯.

Saya rasa pentingnya disini adalah efisiensi operasi SAR. Kalau bisa meningkatkan efisiensi dan menggunakan teknologi yang tepat, misalnya GPS dan drone, maka hasilnya akan lebih cepat dan lebih baik πŸ“ˆ. Tapi, sepertinya masih ada ketergantungan pada tim rescue darat yang berbahaya karena medan yang terjal ⛰️.

Mau tahu apa yang salah dengan kita? Kita sering membiarkan kabut tebal menghambat operasi SAR dan masih banyak yang belum menemukan korban πŸ€·β€β™‚οΈ. Mau buat kebijakan baru atau apa? πŸ€”
 
Udah abis 24 jam lagi pesawat itu jatuh dan masih belum temukan korban? Jarak pandang kabut tebal kayak itu banget, gimana caranya mau menembusnya? Kalau udah ada 2 korban yang ditemukan, berarti lain-lain udah mati ya? Mungkin harus dijadikan contoh bagaimana operasi penyelamatan di Gunung Bulusaraung ini masih dalam tahap evakuasi darurat dan masih banyak risiko yang muncul.
 
Wahhh, pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung ternyata masih banyak korban yang harus diselamatkan 😩. Bayangkan aja siapa saja yang terjebak di dalam air dan tebing curam itu... Udah lama gini operasi penyelamatan, kabut tebal itu sangat menghambat ya 🌫️. Saya rasa tim SAR gabungan itu benar-benar berusaha keras, tapi kabarnya masih terbatas πŸ˜”. Mungkin perlu ada saran dari orang lain yang lebih ahli, kayaknya kan operasi penyelamatan ini sangat rumit 🀯.
 
Mungkin harus banget pencahayaan di situ kaget2 aja. Basarnas udah kerja keras banget, tapi kabut tebal itu memang sangat berbahaya, sampe kapan lagi bisa menemukan korban? 🀯
 
πŸŒͺ️ ini paham banget, kabut tebal di gunung itu super berbahaya! dan 500 meter dari puncak? ya keren banget tim basarnasnya bekerja keras, tapi aku khawatir bagaimana mereka bisa menjangkau korban yang terlalu jauh. harusnya mereka siapkan lagi peralatan dan strategi untuk menghadapi cuaca ekstrem seperti ini. 🚨
 
πŸ˜• ini juga kejadian sederhana yang bisa bikin kita semua khawatir, tapi harus ingat kesiapa yang sedang dalam kesulitan ini, mari kita doa untuk mereka dan tim SAR yang already banyak bekerja keras untuk menyelamatkan korban. aku pikir kabut tebal itu benar-benar membuat operasi menjadi sulit, tapi aku yakin tim SAR gabungan sudah sangat berpengalaman dan siap menembus medan untuk menemukan korban. 🌫️ kita bisa saja memberikan dukungan kepada mereka dengan mengirimkan sumbangan bantuan atau doa. semoga semuanya berjalan lancar dan akhirnya semua korban bisa diselamatkan πŸ’•
 
Aku rasa ini masih jauh dari selesai bro... 500 meter itu udah sangat dalam banget! Kalau nanti korban keluar, akan terlalu lama ya? Basarnas udah berupaya maximalkan tim rescue darat dan udara, tapi kabut tebal di situ udah membuat semuanya menjadi sulit. Semoga cepat aja ya bro...
 
Wah, kasus pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung ini masih dalam tahap evakuasi darurat 😩. Saya rasa operasi penyelamatan harus lebih cepat, ya... kabut tebal dan cuaca ekstrem memang membuat prosesnya sulit. Basarnas malah mengatakan bahwa tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuh pesawat dalam kurang dari 24 jam setelah pesawat dinyatakan hilang kontak, tapi masih belum bisa menjangkau korban dengan baik πŸ€”. Saya harap semua korban dapat diselamatkan dengan cepat dan aman πŸ’•.
 
kembali
Top