Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengakui luas dan kompleksitas area longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat mencapai 2.009 meter. Longsor Cisarua itu terjadi karena dua mahkota longsoran yang mengakibatkan material longsor berubah arah dan melebar ke berbagai sisi.
Syafii menjelaskan bahwa material longsor semula mengalir mengikuti alur sungai yang memang sudah ada, namun akibat sedimentasi dan tekanan material, aliran tersebut terpecah di beberapa tikungan sehingga arah longsoran melebar. "Kita hanya bisa menentukan bahwa panjang dari mahkota satu, mahkota yang sudah dikasih tanda dengan lidah dari longsoran ini mencapai dua ribu sembilan meter," kata Syafii.
Namun, dia juga menyatakan bahwa panjang dan luas area operasi pencarian dan pertolongan SAR masih dinamis dan sulit diperkirakan. "Kalau melihat kondisi kedalaman dan sebaran material, area operasi SAR ini lebih dari 26 hektare," kata Syafii.
Jarak pada saat diukur ternyata jauh berbeda dengan informasian awal yang diberikan. Pada saat cuaca bagus terbuka, ternyata ada dua mahkota longsoran yang tidak diketahui sebelumnya. Struktur wilayah permukiman yang terdampak dihuni sedikitnya 34 kepala keluarga, memperumit pencarian korban.
Saat ini, sebanyak 25 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi, sementara sekitar 80 korban masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor di sejumlah titik.
Syafii menjelaskan bahwa material longsor semula mengalir mengikuti alur sungai yang memang sudah ada, namun akibat sedimentasi dan tekanan material, aliran tersebut terpecah di beberapa tikungan sehingga arah longsoran melebar. "Kita hanya bisa menentukan bahwa panjang dari mahkota satu, mahkota yang sudah dikasih tanda dengan lidah dari longsoran ini mencapai dua ribu sembilan meter," kata Syafii.
Namun, dia juga menyatakan bahwa panjang dan luas area operasi pencarian dan pertolongan SAR masih dinamis dan sulit diperkirakan. "Kalau melihat kondisi kedalaman dan sebaran material, area operasi SAR ini lebih dari 26 hektare," kata Syafii.
Jarak pada saat diukur ternyata jauh berbeda dengan informasian awal yang diberikan. Pada saat cuaca bagus terbuka, ternyata ada dua mahkota longsoran yang tidak diketahui sebelumnya. Struktur wilayah permukiman yang terdampak dihuni sedikitnya 34 kepala keluarga, memperumit pencarian korban.
Saat ini, sebanyak 25 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi, sementara sekitar 80 korban masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor di sejumlah titik.