Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M. Syafi'i mengakui operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban insiden pesawat ATR 42-500 di Pulau Sulawesi Selatan memang dihadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem yang menyulitkan proses evakuasi.