Banyak Pabrik Tapioka di Lampung, Pemerintah Diminta Tahan Impor

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, telah menyatakan keinginannya untuk pemerintah pusat menahan impor tepung tapioka. Ini ditujukan sebagai upaya mengoptimalkan potensi produksi tepung tapioka di Lampung, yang memiliki lebih dari 60 pabrik pengolahan dan pasokan yang besar.

Menurut Rahmat, ubi kayu telah menjadi tulang punggung ekonomi Lampung selama lebih dari 60 tahun. Saat ini, kapasitas terpasang pabrik tapioka di Lampung mencapai 21 juta ton ubi kayu per tahun. Dengan rasio konversi sekitar 5 kilogram ubi kayu menjadi 1 kilogram tapioka, Lampung memiliki potensi produksi lebih dari 4,2 juta ton tepung tapioka per tahun untuk memenuhi kebutuhan industri nasional.

Gubernur juga menyatakan kesiapan Lampung menyediakan hingga 5 juta ton ubi kayu per tahun secara berkelanjutan. Selain itu, Lampung siap menjadi produsen terbesar dengan kualitas baik, pasokan stabil, dan harga bersaing, asalkan didukung kebijakan nasional yang konsisten.

Dalam permintaannya, Rahmat juga menyampaikan tiga poin. Pertama, ia meminta industri pengguna tapioka untuk mengutamakan produk dalam negeri. Kedua, ia menuntut pemerintah pusat untuk menahan impor tapioka selama pasokan lokal masih mampu memenuhi kebutuhan nasional. Ketiga, ia meminta pemerintah untuk mengatur harga tepung tapioka secara nasional, agar kebijakan perlindungan petani dan pengendalian tata niaga di daerah dapat berjalan efektif dan seragam di seluruh Indonesia.

Namun, masih ada peningkatan yang perlu dilakukan. Menurut data dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, industri pati ubi kayu dalam negeri baru beroperasi pada tingkat utilisasi 43 persen. Meski pangsa pasar domestik mencapai 79 persen, Indonesia masih mengimpor pati ubi kayu senilai 73,8 juta dolar AS hingga November 2025.
 
Gubernur Lampung ini benar-benar bersemangat ingin meningkatkan produksi tepung tapioka di daerahnya ๐Ÿคฉ. Aku setuju dengan dia, kalau kita bisa mengoptimalkan produksi lokal, maka kita tidak perlu terlalu bergantung impor ya ๐Ÿ™Œ. Tapi aku pikir ada hal yang kurang jelas, yaitu bagaimana pemerintah akan mendukung industri pengguna tapioka untuk mengutamakan produk dalam negeri ๐Ÿค”.

Aku kira pemerintah harus membuat kebijakan yang lebih spesifik dan efektif agar industri lokal bisa berkembang. Seperti, mungkin ada insentif atau program pembinaan yang diberikan kepada petani atau pengusaha lokal agar mereka bisa meningkatkan produksi tapioka ๐Ÿ“ˆ. Jadi, kita bisa melihat hasilnya sendiri apakah kebijakan ini benar-benar efektif atau tidak ๐Ÿ”.

Tapi aku juga senang mendengar bahwa Lampung siap menjadi produsen terbesar dengan kualitas baik dan harga bersaing ๐Ÿ‘. Kalau kita bisa meningkatkan kualitas produksi lokal, maka kita bisa memenuhi kebutuhan industri nasional dan bahkan ekspornya ๐Ÿš€.
 
Maaf nih, gini kalau pemerintah mau ngatur impor tepung tapioka di Lampung... Aku penasaran apa yang mau dihasilkan, sih? Sepertinya banyak sekali biaya dan waktu yang perlu dimiliki untuk mengurangi impor itu. Tapi, aku kagum banget dengan kapasitas pabrik tapioka di Lampung, 21 juta ton ubi kayu per tahun? Aku rasa itu bakal bisa jadi solusi bagi industri nasional... tapi kayaknya masih banyak yang harus dibekok-bekol dulu.
 
Maksudnya kalau pemerintah harus bisa membuat kebijakan yang tepat supaya industri tapioka di Lampung bisa berkembang dengan baik ๐Ÿค”๐Ÿ’ก. Mereka harus bisa menyiapkan strategi yang jelas dan tidak hanya fokus pada produksi tapioka saja, tapi juga harus mempertimbangkan hal lain seperti lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dulu lampung udah punya banyak pabrik tapioka tapi akhirnya malah mengimpor dari luar negeri, jadi kalau tidak fokus pada strategi yang tepat, maka mungkin hanya akan terjadi kebiasaan berinvestasi tanpa pertimbangan yang benar ๐Ÿšซ๐Ÿ’ธ.
 
ini masalahnya kok, impor tapioka terus berlanjut walaupun sudah banyak pabrik di lampung... ๐Ÿค” apa yang dibutuhkan lagi? ๐Ÿ’ธ aku bayangkan kalau ada harga yang stabil aja, semua orang akan puas... tapi tapioka masih menjadi salah satu masalah perindustrian kita, gimana caranya kita bisa meningkatkan produksi tepung tapioka sendiri? ๐Ÿ“ˆ mungkin kita harus belajar dari negara lain, seperti korea atau china... mereka pasti punya strategi yang lebih baik untuk meningkatkan industri pati ubi kayu. ๐Ÿค https://www.kominfo.go.id/news/2025...am-Negeri-Beroperasi-Tinggi-43-Persen-1840118
 
Gubernur Lampung itu benar-benar ingin meningkatkan ekonomi daerahnya tapi kalau nanti impor tepung tapioka ditangguh, aku penasaran bagaimana caranya memenuhi kebutuhan nasional kalau pasokan lokal tidak cukup. Mungkin juga ada rasa takut karena banyak perusahaan yang bergantung pada impor tepung tapioka ๐Ÿค”. Tapi, aku setuju dengan ide untuk meningkatkan produksi tapioka di Lampung karena daerah itu memiliki potensi yang besar. Kalau bisa mengatur harga secara nasional dan mendukung industri dalam negeri, maka bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lampong ๐ŸŒŸ. Tapi, pastikan juga bahwa kebijakan tersebut tidak hanya memihak pada petani tapi juga untuk masyarakat umum yang merasa rugi dari penangguhan impor tepung tapioka ๐Ÿ˜.
 
Gubernur Lampung itu serius banget, sih. Mau pemerintah pusat menahan impor tepung tapioka aja, itu bukan mainan. Di Lampung, ubi kayu itu tulang punggung ekonominya, jadi harus diperhatikan. Tapi, masih ada peningkatan yang perlu dilakukan, ya. Impor pati ubi kayu masih banyak, bahkan meskipun industri dalam negeri baru beroperasi. Itu artinya, masih banyak kesempatan untuk meningkatkan produksi tapioka di Lampung. ๐Ÿค”
 
Kita nggak boleh lupa lagi tentang potensi ekonomi Lampung yang luas ๐Ÿคฏ! Ubi kayu memang menjadi tulang punggung ekonomi Lampung, tapi kita masih harus nambah pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan produksi tepung tapioka. 5 juta ton ubi kayu per tahun itu nggak badut kok ๐Ÿ™„. Kita harus nanti kebijakan apa aja yang akan membuat produksi ini bisa naik? Kita juga harus nanti bagaimana industri pengguna tapioka akan mengutamakan produk dalam negeri ya? ๐Ÿค”
 
๐ŸŒฟ๏ธ๐Ÿ‘ Gubernur Lampung ini benar-benar cerdas banget! Membuat kebijakan untuk meningkatkan produksi tepung tapioka di Lampung itu nggak main-main. Jika mereka bisa meningkatkan kapasitas produksi dan membuat produknya berkualitas, maka lampung pasti menjadi salah satu produsen tepung tapioka terbesar di Indonesia ๐Ÿ’ช๐ŸŒพ

Tapi, apa yang membuatku ragu-ragu adalah kalau impor tapioka masih bisa dilakukan secara sementara. Jika produksi lokal sudah bisa memenuhi kebutuhan nasional, mengapa masih perlu impor? ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
kembali
Top