Bantuan Rumah Korban Bencana Alam Sumatra Tunggu Validasi NIK

Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa bantuan perbaikan rumah bagi korban bencana alam di Sumatra akan diberikan setelah proses validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta pemutakhiran data oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Proses ini diharapkan selesai pada 31 Januari mendatang.

Menurut Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Amran, data penerima bantuan harus dipastikan akurat sebelum pencairan dilakukan. "Sekarang ini proses validasi kemudian menyamakan data dari berbagai sektor terkait ya, baik dari BNPB, kemudian dari Kementerian PKP, kemudian juga terakhir akan divalidasi oleh BPS untuk melihat kesamaan data tersebut dan juga divalidasi oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Dukcapil untuk melihat apakah NIK yang dicantumkan in memang betul sesuai dengan yang telah terdaftar," kata Amran.

Data rumah rusak dibagi menjadi tiga kategori, yaitu rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Setelah proses validasi rampung, BNPB akan menyalurkan bantuan sesuai tingkat kerusakan. Untuk rumah rusak ringan, korban akan menerima bantuan sebesar Rp15 juta per kepala keluarga, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta.

Amran juga menjelaskan bahwa proses ini tidak berarti tidak dilayani. "Tentunya beberapa proses validasi data yang sudah masuk itu termasuk divalidasi untuk NIK dan sesuai nomor NIK-nya dan penggantian nanti akan disampaikan setelah data sudah valid semua secara keseluruhan," katanya.

Proses ini diperlukan agar data yang diberikan kepada korban bencana alam di Sumatra akurat dan sesuai dengan yang telah terdaftar.
 
Kalau gini prosesnya nanti kalau ayo ayo kejadian bencana sama2 aja lama, pemerintah pasti harus bisa ngaturin kan data yang benar. Nggak boleh terjadi hal seperti ini lagi, karena itu akan mengganggu keseluruhan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Aku rasa kalau setiap data yang di inputkan harus benar-benar, nanti tidak ada kesalahannya.
 
ini gak adem banget ariya... kalau mau buat bantuan untuk korban bencana, harus capek-capek validasi data lepas kaya apa? siapa tahu ada korban yang udah menerima bantuan sebelumnya tapi NIKnya gak benar... itu bakal bikin kesal dan cedera lagi.

atau apa kalau proses ini berlangsung hingga 31 Januari? kayaknya bantuan untuk korban masih jadi nggak sampai waktunya... apakah mereka udah siap buat umum atau apa?
 
Luar aja nih, nggak bisa langsung menerima bantuan ya? harus lama-lama proses validasi dulu, sampai data sudah benar-benar akurat. Makasih buat korban bencana alam di Sumatra, tapi proses ini agak lambat, kan? ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ๐Ÿ’”
 
Aku pikir ini benar-benar penting banget ya, aku tidak ingin ada kesalahpahaman sama-sama, karna kalau data yang salah maka korban akan menerima bantuan yang tidak sesuai dengannya ๐Ÿค”. Jadi, pasti kita harus sabar dan tekanan semua proses ini agar akurat dan lengkap, jangan sampai bantuan yang diharapkan tidak terpenuhi karena kesalahan data, ayo kita allin sama-sama ๐Ÿ˜Š.
 
Gue pikir ini salah strategi, kalau gak ada validasi NIK, bakalan ada orang yang tidak mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Tapi, kadang ini bisa jadi ketergantungan data pemerintah juga banyak yang bisa jadi salah. Gue harap proses ini bisa selesai cepat dan data yang dihasilkan bisa jadi akurat, supaya korban bencana alam bisa mendapatkan bantuan yang tepat. ๐Ÿค”
 
Saya ragu-ragu banget kalau proses ini itu benar-benar berfokus pada korban bencana alam, apa juga ada sesuatu yang tertutup? Mungkin ada yang terlalu cepat dalam proses ini ya... Saya lihat seperti ada beberapa kesempatan untuk menemukan kesalahan-kesalahan kecil di dalam data yang sudah ada. Saya tidak bisa yakin kalau semua NIK yang sudah dicantumkan benar-benar asli, mungkin ada yang sudah dipalsukan ya...
 
aku yakin ini gak adu lagi tentang bantuan perbaikan rumah korban bencana alam, pemerintah udah jelas kalo proses validasi harus dipastikan akurat, nanti kalau data tidak benar apa yang akan terjadi? aku rasa ini penting banget untuk memastikan bantuan sesuai dengan yang tepat.
 
Maaf gak bisa ngerti apa-apa ya... sih, proses ini kayaknya bikin korban bencana alam Sumatera merasa lebih aman kalau data mereka sudah benar-benar dicantumkan di NIK-nya, loh... sekarang kalau tidak, gak bakal bisa menerima bantuan ya? Dan siapa tahu, mungkin ada korban yang salah ngeraminya data, jadi kalau tidak validasi, korban itu kayaknya bakal kesal, kan? Dan sih, biaya bantuan yang ditawarkan itu terlalu rendah kan? Gak cukup untuk memperbaiki rumah yang rusak ya...
 
Maaf, kalau proses ini jadi selesai pas 31 Januari, aku rasa pemerintah harus memastikan semua prosesnya sudah benar-benar terlaksana, tapi gak ada tanda-tandanya yang bikin aku ragu. Proses validasi dengan BPS dan Kementerian Dalam Negeri itu apa artinya? Ternyata biaya bantuan juga masih dipotong-potong kawan, Rp15 juta untuk rumah ringan, Rp30 juta untuk sedang, dan Rp60 juta untuk berat. Benar-benar mahal sekali, tapi aku rasa ini semua harus dilakukan agar korban bisa mendapatkan bantuan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
 
gak paham kenapa harus nggak terima seseorang jika sudah punya NIK, apa bedanya? ini cuma proses validasi aja, gak ada yang salah sama sekali... tapi mungkin karena masih banyak korban yang belum punya NIK, jadi pemerintah harus banget-banget pastikan data tersebut akurat dulu. tapi kalau sudah pasti, kenapa tidak langsung nggabungin data yang sudah ada dengan data baru? ini nggak efisien sama sekali...
 
Paham kan kalau pemerintah buat proses validasi NIK sih buat nanti bisa akses bantuan yang tepat, tapi apa sih kecepatannya? 31 Januari punya warna putih saja ๐Ÿ•ฐ๏ธ. Belum tentu akses akan lancar setelah proses ini selesai, aku harap benar-benar tidak ada masalah lagi di daerah tersebut ๐Ÿคž.
 
Hmmmm, proses ini jadi bikin ngerti sih... ๐Ÿ˜Š๐Ÿค” Banyak tahu sih, kalau ada korban bencana, mereka langsung menerima bantuan, tapi apa jadinya kalau data tidak benar? ๐Ÿšจ๐Ÿ˜ฌ. Mereka harus melalui proses validasi dulu, ya! ๐Ÿ’ฏ๐Ÿ“Š. Proses ini pasti berat, tapi biar korban bencana alam di Sumatra bisa menerima bantuan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. ๐Ÿค๐Ÿ’•. Saya harap proses ini cepat selesai nanti, agar korban bisa mendapatkan bantuan yang tepat waktu! ๐Ÿ•ฐ๏ธ๐Ÿ‘.
 
ada keterampilan membangun rumah yang baik itu salah satunya harus paham apa aja konsep konstruksi bangunan ya, kalau mau dibangun dengan konsep yang tepat pasti hasilnya jauh lebih baik daripada bila diimpikan hanya biaya saja ๐Ÿค”. tapi sayangnya masih banyak korban bencana alam yang terpaksa menghadapi masalah rumahnya yang rusak ๐Ÿ˜ž, semoga pemerintah bisa memberikan bantuan yang tepat dan akurat untuk mereka ๐Ÿ‘
 
๐Ÿค” aku pikir gak masuk akal aja kalau pemerintah nggak validasi data pengguna NIK sebelum bantuan diberikan ke korban bencana alam. kalau aku salah, tapi aku rasa ini penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan bukan untuk orang lain ๐Ÿค‘. aku juga curiang gak ingin ada kasus penipuan atau kesalahan data yang menyebabkan bantuan tidak sesuai dengan yang seharusnya. ๐Ÿ˜ฌ
 
Makasih informasi nge-umumin kebanyakan orang, tapi kalau cek prosesnya, masih banyak ronggeng di dalamnya ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. NIK harus dipastikan benar-benar benar, tapi gimana kalau ada yang salah? Dan apa dengan data dari BNPB, Kementerian PKP, dan lain-lain? Proses ini terlalu panjang dan berantai, kayaknya akan menangguhkan waktu bantuan untuk korban bencana alam di Sumatra. Kalau mau nyambungin bantuan, harus ada cara yang lebih cepat dan efisien ya ๐Ÿ™„.
 
kembali
Top