Bank Mandiri terus menunjukkan komitmen untuk mendorong akselerasi dan pengembangan ekosistem UMKM kreatif nasional. Melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup pembiayaan, pendampingan usaha, serta pengembangan ekosistem keuangan, bank tersebut berharap dapat mendorong UMKM tumbuh lebih produktif dan berdaya saing.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, mengatakan bahwa UMKM memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional melalui kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, penguatan kapabilitas UMKM diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan kesempatan kerja baru.
Bank Mandiri secara konsisten memperkuat kapasitas pelaku usaha di berbagai daerah melalui pembinaan terstruktur dan berkelanjutan melalui program Rumah BUMN. Hingga saat ini, lebih dari 15.000 UMKM telah mendapatkan pendampingan, dengan lebih dari 7.000 di antaranya berhasil naik kelas sebagai cerminan efektivitas program dalam mendorong peningkatan kualitas usaha, akses pasar, dan daya saing UMKM binaan.
Komitmen bank berlogo pita emas itu juga ditunjukan melalui perluasan akses pembiayaan bagi segmen UMKM. Sejak Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri telah mencapai Rp74,9 triliun.
Selain itu, bank juga mengoptimalkan layanan finansial terintegrasi Livin’ Merchant untuk mendukung layanan keuangan pelaku UMKM. Aplikasi yang berfungsi sebagai enhanced point of sales (POS) ini telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha.
Terbaru, komitmen pemberdayaan UMKM ditunjukan lewat kolaborasi Bank Mandiri dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dengan menggelar ajang International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 yang berperan sebagai platform strategis penguatan kapasitas dan daya saing UMKM.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, mengatakan bahwa UMKM memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional melalui kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, penguatan kapabilitas UMKM diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan kesempatan kerja baru.
Bank Mandiri secara konsisten memperkuat kapasitas pelaku usaha di berbagai daerah melalui pembinaan terstruktur dan berkelanjutan melalui program Rumah BUMN. Hingga saat ini, lebih dari 15.000 UMKM telah mendapatkan pendampingan, dengan lebih dari 7.000 di antaranya berhasil naik kelas sebagai cerminan efektivitas program dalam mendorong peningkatan kualitas usaha, akses pasar, dan daya saing UMKM binaan.
Komitmen bank berlogo pita emas itu juga ditunjukan melalui perluasan akses pembiayaan bagi segmen UMKM. Sejak Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri telah mencapai Rp74,9 triliun.
Selain itu, bank juga mengoptimalkan layanan finansial terintegrasi Livin’ Merchant untuk mendukung layanan keuangan pelaku UMKM. Aplikasi yang berfungsi sebagai enhanced point of sales (POS) ini telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha.
Terbaru, komitmen pemberdayaan UMKM ditunjukan lewat kolaborasi Bank Mandiri dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dengan menggelar ajang International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 yang berperan sebagai platform strategis penguatan kapasitas dan daya saing UMKM.