Bank Mandiri mencetak laba Rp56,3 triliun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, laba konsolidasian Bank Mandiri (Persero) Tbk tumbuh sebesar 0,93 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Aset perusahaan ini mencapai Rp2,829,9 triliun, meningkat 16,6 persen dari tahun sebelumnya.
Peningkatan laba ini didorong oleh peningkatan kredit yang disalurkan Bank Mandiri, yaitu Rp1,895,0 triliun. Pertumbuhan kredit ini terutama dipengaruhi oleh penyaluran ke ekosistem BUMN dan pemerintah yang tumbuh sekitar 40 persen dalam satu tahun.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, kinerja perusahaan ini sangat baik dan diiringi dengan pertumbuhan dua digit di atas industri. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri telah berperan aktif dalam mendukung pembiayaan sektor produktif dan sektor prioritas lainnya.
Pendanaan pihak ketiga juga tumbuh solid dan signifikan, mencapai Rp2,105,8 triliun pada akhir 2025. Struktur pendanaan terjaga baik dengan dana murah yang tumbuh sebesar 12,6 persen menjadi Rp1,431,4 triliun.
Rasio kredit macet atau non-performing loan Perseroan masih sebesar 0,96 persen di akhir 2025, tetapi berada di bawah rata-rata industri. Rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 20,4 persen.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memastikan pertumbuhan kredit sejalan dengan program strategis nasional dan menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas. Dengan fundamental kinerja yang solid, Bank Mandiri optimistis dapat terus berkontribusi signifikan dalam memperkuat industri perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Peningkatan laba ini didorong oleh peningkatan kredit yang disalurkan Bank Mandiri, yaitu Rp1,895,0 triliun. Pertumbuhan kredit ini terutama dipengaruhi oleh penyaluran ke ekosistem BUMN dan pemerintah yang tumbuh sekitar 40 persen dalam satu tahun.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, kinerja perusahaan ini sangat baik dan diiringi dengan pertumbuhan dua digit di atas industri. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri telah berperan aktif dalam mendukung pembiayaan sektor produktif dan sektor prioritas lainnya.
Pendanaan pihak ketiga juga tumbuh solid dan signifikan, mencapai Rp2,105,8 triliun pada akhir 2025. Struktur pendanaan terjaga baik dengan dana murah yang tumbuh sebesar 12,6 persen menjadi Rp1,431,4 triliun.
Rasio kredit macet atau non-performing loan Perseroan masih sebesar 0,96 persen di akhir 2025, tetapi berada di bawah rata-rata industri. Rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 20,4 persen.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memastikan pertumbuhan kredit sejalan dengan program strategis nasional dan menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas. Dengan fundamental kinerja yang solid, Bank Mandiri optimistis dapat terus berkontribusi signifikan dalam memperkuat industri perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.