Banjir di Cirebon Melanda 11 Titik, Bangunan Sandaran Hancur
Kemarin pekan terakhir, Kota Cirebon terkena banjir yang disebabkan curah hujan tinggi dan air kiriman dari daerah lain. Menurut data BPBD Kota Cirebon, terdapat 11 titik yang dilanda banjir dengan ketinggian bervariasi.
Titik-titik tersebut antara lain Jalan Terusan Pemuda, Jalan Ciremai Raya, RW 05 Penyuken Kelurahan Harjamukti, RW 02 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Larangan, RW 19 Kelurahan Larangan, RW 18 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Kalijaga, RW 02 Kelurahan Kalijaga, Perumahan Montana Village Kelurahan Kalijaga, dan RW 10 Kelurahan Pegambiran.
Ketua RW 02 Kelurahan Kalijaga mengatakan, bangunan sandaran sungai tersebut hancur usai diterjang air yang sangat deras. Ia juga menyebutkan, bahwa bangunan sandaran ini baru selesai bulan Agustus 2025 kemarin dan tidak memiliki konstruksi yang bagus.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon mengatakan, banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi di Kota Cirebon, termasuk pada daerah hulu sungai yang berada di Kuningan. Ia juga menyebutkan, bahwa banjir berkisar 40 cm sampai dengan satu meter dan terparah ada di daerah RW 03 Kalijaga.
Bencana banjir tersebut juga merusak sejumlah rumah hingga merobohkan sandaran sungai berdimensi 16x2 meter yang berbatasan dengan pemukiman warga.
Kemarin pekan terakhir, Kota Cirebon terkena banjir yang disebabkan curah hujan tinggi dan air kiriman dari daerah lain. Menurut data BPBD Kota Cirebon, terdapat 11 titik yang dilanda banjir dengan ketinggian bervariasi.
Titik-titik tersebut antara lain Jalan Terusan Pemuda, Jalan Ciremai Raya, RW 05 Penyuken Kelurahan Harjamukti, RW 02 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Larangan, RW 19 Kelurahan Larangan, RW 18 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Kalijaga, RW 02 Kelurahan Kalijaga, Perumahan Montana Village Kelurahan Kalijaga, dan RW 10 Kelurahan Pegambiran.
Ketua RW 02 Kelurahan Kalijaga mengatakan, bangunan sandaran sungai tersebut hancur usai diterjang air yang sangat deras. Ia juga menyebutkan, bahwa bangunan sandaran ini baru selesai bulan Agustus 2025 kemarin dan tidak memiliki konstruksi yang bagus.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon mengatakan, banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi di Kota Cirebon, termasuk pada daerah hulu sungai yang berada di Kuningan. Ia juga menyebutkan, bahwa banjir berkisar 40 cm sampai dengan satu meter dan terparah ada di daerah RW 03 Kalijaga.
Bencana banjir tersebut juga merusak sejumlah rumah hingga merobohkan sandaran sungai berdimensi 16x2 meter yang berbatasan dengan pemukiman warga.