Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Penyelidik dan Pemantau Bencana (BPBD) Kota Cirebon, terdapat 11 titik di Kota Cirebon yang dilanda banjir pada awal pekan ini. Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi serta air kiriman dari daerah lain. Seperti di haruskannya, ketinggian air bervariasi dan berdampak pada sejumlah rumah yang merobohkan dan merusak bawang.
Titik-titik tersebut antara lain Jalan Terusan Pemuda, Jalan Ciremai Raya, RW 05 Penyuken Kelurahan Harjamukti, RW 02 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Larangan, RW 19 Kelurahan Larangan, RW 18 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Kalijaga, Perumahan Montana Village Kelurahan Kalijaga dan RW 10 Kelurahan Pegambiran. Sementara itu, kepala BPBD Kota Cirebon mengatakan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi di daerah hulu sungai yang berada di Kuningan.
Selain itu, keterlibatan dari pihak CSR juga menjadi faktor penyebab bencana ini. Menurutnya, pintu air yang sudah dibuat untuk mengantisipasi banjir akan selesai pada tahun 2026 dengan dana CSR dari salah satu rumah sakit di daerah tersebut.
Titik-titik tersebut antara lain Jalan Terusan Pemuda, Jalan Ciremai Raya, RW 05 Penyuken Kelurahan Harjamukti, RW 02 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Larangan, RW 19 Kelurahan Larangan, RW 18 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Kalijaga, Perumahan Montana Village Kelurahan Kalijaga dan RW 10 Kelurahan Pegambiran. Sementara itu, kepala BPBD Kota Cirebon mengatakan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi di daerah hulu sungai yang berada di Kuningan.
Selain itu, keterlibatan dari pihak CSR juga menjadi faktor penyebab bencana ini. Menurutnya, pintu air yang sudah dibuat untuk mengantisipasi banjir akan selesai pada tahun 2026 dengan dana CSR dari salah satu rumah sakit di daerah tersebut.