Banjir Rob Tanjungpinang Kepri, Pesisir Merendam Rumah dan Toko
Kondisi Banjir di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akhir-akhir ini terus memburuk. Selama beberapa hari terakhir, pesisir wilayah tersebut mengalami banjir rob yang menyebar ke berbagai wilayah. Banjir rob di Tanjungpinang Kepri merupakan fenomena yang tidak jarang terjadi, bahkan sejak awal Januari 2026 sudah mulai terjadi. Namun, pada hari ini kondisi banjir rob jauh lebih tinggi.
Banjir rob akhir-akhir ini merendam sejumlah pusat pertokoan di Tanjungpinang hingga setinggi betis orang dewasa. Toko-toko sembako seperti di Pelantar II tanjungpinang terkena dampak banjir yang tingginya sampai ke pinggang warga. Hal ini menyebabkan sejumlah barang milik pedagang sembako tergenang air asin. Selain itu, pula rumah warga di Kelurahan Sei Jang merendam dengan ketinggian betis orang dewasa.
Pada hari ini, anak-anak di Sei Jang melangsungkan banjir rob sebagai wahana hiburan atau berenang gratis di ruas jalan dan halaman rumah yang tergenang air. Sedangkan warga sekitar tanjungpinang mengatakan banjir rob sudah menjadi langganan setiap tahunnya, karena posisi yang dekat dengan laut.
Sementara itu, Kepala BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin menyerukan masyarakat pesisir lebih waspada terhadap banjir rob guna mencegah hal-hal tidak diinginkan. Ia menyuruh warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga serta mematikan jaringan listrik yang terjangkau air.
Dalam beberapa hari terakhir, banjir rob telah merendam rumah warga Kampung Bugis hingga ruang tamu dan dapur. Faktor ini membuat banyak pihak menjadi khawatir akan hilangnya barang-barang berharga. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) juga memprediksi banjir rob melanda kawasan pesisir di Tanjungpinang sejak tanggal 1 sampai 8 Januari 2026.
Kondisi Banjir di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akhir-akhir ini terus memburuk. Selama beberapa hari terakhir, pesisir wilayah tersebut mengalami banjir rob yang menyebar ke berbagai wilayah. Banjir rob di Tanjungpinang Kepri merupakan fenomena yang tidak jarang terjadi, bahkan sejak awal Januari 2026 sudah mulai terjadi. Namun, pada hari ini kondisi banjir rob jauh lebih tinggi.
Banjir rob akhir-akhir ini merendam sejumlah pusat pertokoan di Tanjungpinang hingga setinggi betis orang dewasa. Toko-toko sembako seperti di Pelantar II tanjungpinang terkena dampak banjir yang tingginya sampai ke pinggang warga. Hal ini menyebabkan sejumlah barang milik pedagang sembako tergenang air asin. Selain itu, pula rumah warga di Kelurahan Sei Jang merendam dengan ketinggian betis orang dewasa.
Pada hari ini, anak-anak di Sei Jang melangsungkan banjir rob sebagai wahana hiburan atau berenang gratis di ruas jalan dan halaman rumah yang tergenang air. Sedangkan warga sekitar tanjungpinang mengatakan banjir rob sudah menjadi langganan setiap tahunnya, karena posisi yang dekat dengan laut.
Sementara itu, Kepala BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin menyerukan masyarakat pesisir lebih waspada terhadap banjir rob guna mencegah hal-hal tidak diinginkan. Ia menyuruh warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga serta mematikan jaringan listrik yang terjangkau air.
Dalam beberapa hari terakhir, banjir rob telah merendam rumah warga Kampung Bugis hingga ruang tamu dan dapur. Faktor ini membuat banyak pihak menjadi khawatir akan hilangnya barang-barang berharga. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) juga memprediksi banjir rob melanda kawasan pesisir di Tanjungpinang sejak tanggal 1 sampai 8 Januari 2026.