Banjir rob di Tanjungpinang, Kepri, kembali melanda sejumlah pusat pertokoan, ruas jalan, dan rumah warga. Banjir yang dipicu oleh muka air laut ini, merendam toko-toko sembako hingga setinggi betis orang dewasa, sehingga sejumlah barang milik pedagang tergenang air asin.
Menurut Yohan, seorang pedagang sembako di Pelantar II Tanjungpinang, banjir rob sudah terjadi sejak awal tahun ini, tapi kondisi air lebih tinggi hari ini. "Banjir rob sudah jadi langganan kami setiap tahunnya karena posisi yang dekat dengan laut," ucapnya.
Selain itu, rumah warga di Kelurahan Sei Jang juga terendam banjir, bahkan mencapai ketinggian betis orang dewasa. Warga sekitar, seperti Jufri, bersama istri terpaksa mengevakuasi barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari terendam air laut.
Banjir rob juga meluas di wilayah pesisir Kelurahan Kampung Bugis, sehingga sejumlah rumah warga terendam banjir. Warga tersebut mengaku sudah mengantisipasi banjir rob dengan memasang tanggul atau tembok penghalang yang lebih tinggi di bagian pintu rumah.
Sementara itu, Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, mengimbau masyarakat pesisir lebih waspada terhadap banjir rob guna mencegah hal-hal yang tidak inginkan terjadi. Warga diimbau menyelamatkan barang-barang berharga, serta mematikan jaringan listrik yang berada di lantai atau terjangkau air.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi banjir rob melanda kawasan pesisir di Tanjungpinang sejak tanggal 1 sampai 8 Januari. Prakirawan BMKG Tanjungpinang Robbi menjelaskan bahwa banjir rob merupakan fenomena kenaikan muka air laut yang mengenangi wilayah pesisir, terutama daerah dengan elevasi rendah.
Menurut Yohan, seorang pedagang sembako di Pelantar II Tanjungpinang, banjir rob sudah terjadi sejak awal tahun ini, tapi kondisi air lebih tinggi hari ini. "Banjir rob sudah jadi langganan kami setiap tahunnya karena posisi yang dekat dengan laut," ucapnya.
Selain itu, rumah warga di Kelurahan Sei Jang juga terendam banjir, bahkan mencapai ketinggian betis orang dewasa. Warga sekitar, seperti Jufri, bersama istri terpaksa mengevakuasi barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari terendam air laut.
Banjir rob juga meluas di wilayah pesisir Kelurahan Kampung Bugis, sehingga sejumlah rumah warga terendam banjir. Warga tersebut mengaku sudah mengantisipasi banjir rob dengan memasang tanggul atau tembok penghalang yang lebih tinggi di bagian pintu rumah.
Sementara itu, Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, mengimbau masyarakat pesisir lebih waspada terhadap banjir rob guna mencegah hal-hal yang tidak inginkan terjadi. Warga diimbau menyelamatkan barang-barang berharga, serta mematikan jaringan listrik yang berada di lantai atau terjangkau air.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi banjir rob melanda kawasan pesisir di Tanjungpinang sejak tanggal 1 sampai 8 Januari. Prakirawan BMKG Tanjungpinang Robbi menjelaskan bahwa banjir rob merupakan fenomena kenaikan muka air laut yang mengenangi wilayah pesisir, terutama daerah dengan elevasi rendah.