Dalam wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat terjadi banjir yang parah hingga membuat ratusan warga mengungsi di kolong jembatan layang Pamanukan. Warga terdampak ini seperti Didi harus memilih antara kehidupan yang aman atau tetap tinggal di rumah karena banjir masih merendam rumah mereka.
"Banjir belum surut, jadi harus mengungsi," kata Didi kepada wartawan dari Antara. Ia bersama keluarganya dan tetangganya memilih untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada rumah dengan mengungsi di kolong jembatan yang tidak terlalu jauh dari rumah.
Warga di Pamanukan telah sering mengalami banjir, sehingga mereka menjadi pengungsian utama di kolong jembatan layang tersebut. Namun, Didi mengaku keberadaan tempat pengungsian yang disediakan oleh Pemkab Subang tidak terlalu dekat dengan rumahnya.
"Kalau mengungsi ke lokasi yang terlalu jauh, susah bawa barang-barang," ucap Didi. Ia juga menambahkan bahwa warga merasa kurang nyaman di tempat pengungsian tersebut karena jaraknya yang panjang dan kurang aksesibilitas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang melaporkan bahwa hingga Sabtu pagi ini, banjir telah merendam 5.679 rumah di delapan desa di Kecamatan Pamanukan. Di wilayah Subang secara keseluruhan, terdampak oleh banjir sebanyak 13.541 kepala keluarga atau 36.060 jiwa.
Berdasarkan catatan BPBD Subang, banjir telah berlangsung selama sepekan dan telah merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, dan areal persawahan yang luas hingga 2.884 hektare. Di antara pengungsian warga di Pamanukan, sebanyak 276 kepala keluarga atau 645 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumah karena banjir.
"Banjir belum surut, jadi harus mengungsi," kata Didi kepada wartawan dari Antara. Ia bersama keluarganya dan tetangganya memilih untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada rumah dengan mengungsi di kolong jembatan yang tidak terlalu jauh dari rumah.
Warga di Pamanukan telah sering mengalami banjir, sehingga mereka menjadi pengungsian utama di kolong jembatan layang tersebut. Namun, Didi mengaku keberadaan tempat pengungsian yang disediakan oleh Pemkab Subang tidak terlalu dekat dengan rumahnya.
"Kalau mengungsi ke lokasi yang terlalu jauh, susah bawa barang-barang," ucap Didi. Ia juga menambahkan bahwa warga merasa kurang nyaman di tempat pengungsian tersebut karena jaraknya yang panjang dan kurang aksesibilitas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang melaporkan bahwa hingga Sabtu pagi ini, banjir telah merendam 5.679 rumah di delapan desa di Kecamatan Pamanukan. Di wilayah Subang secara keseluruhan, terdampak oleh banjir sebanyak 13.541 kepala keluarga atau 36.060 jiwa.
Berdasarkan catatan BPBD Subang, banjir telah berlangsung selama sepekan dan telah merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, dan areal persawahan yang luas hingga 2.884 hektare. Di antara pengungsian warga di Pamanukan, sebanyak 276 kepala keluarga atau 645 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumah karena banjir.