Ratusan warga terdampak banjir di Pantura Subang, Jawa Barat, mengungsi di kolong jembatan layang Pamanukan. Banjir yang sudah berlangsung sepekan ini masih menimpa mereka. Warga yang dipengaruhi harus meninggalkan rumah mereka karena air yang meluap tidak bisa ditangani.
Sekitar ratusan warga yang terdampak banjir, salah satunya Didi, mengaku sudah berhari-hari banjir belum surut. Mereka memilih untuk mengungsi di kolong jembatan layang karena lokasinya kurang jauh dari rumah. Dengan demikian, mereka dapat dengan mudah mengevakuasi barang-barang yang masih ada di rumah.
Warga lainnya mengatakan bahwa mereka biasa mengungsikan ke kolong jembatan setiap kali terjadi banjir. Namun, lokasi pengungsian ini kurang optimal dan menyebabkan kesulitan dalam mengevakuasi barang-barang.
Pemerintah Kabupaten Subang telah menyediakan tempat pengungsian untuk warga yang terdampak banjir, namun kekurangan dari sumber informasi adalah lokasinya yang terlalu jauh. Oleh karena itu, warga memilih untuk menginggalkan rumah mereka dan menempati kolong jembatan layang.
Menurut data BPBD Subang, banjir telah merendam 5.679 rumah di delapan desa, sedangkan se-wilayah Subang, terdampak 7.536 rumah yang tersebar di 51 desa, tujuh kecamatan. Sebanyak 13.541 KK atau 36.060 jiwa terdampak banjir tersebut.
Berdasarkan laporan BPBD Subang, genangan air telah merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, dan 2.884 hektare areal persawahan. Selain itu, sebanyak 276 KK atau 645 jiwa yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir.
Dengan demikian, para warga terdampak banjir di Pantura Subang terus menghadapi kesulitan dan kesengsaan.
Sekitar ratusan warga yang terdampak banjir, salah satunya Didi, mengaku sudah berhari-hari banjir belum surut. Mereka memilih untuk mengungsi di kolong jembatan layang karena lokasinya kurang jauh dari rumah. Dengan demikian, mereka dapat dengan mudah mengevakuasi barang-barang yang masih ada di rumah.
Warga lainnya mengatakan bahwa mereka biasa mengungsikan ke kolong jembatan setiap kali terjadi banjir. Namun, lokasi pengungsian ini kurang optimal dan menyebabkan kesulitan dalam mengevakuasi barang-barang.
Pemerintah Kabupaten Subang telah menyediakan tempat pengungsian untuk warga yang terdampak banjir, namun kekurangan dari sumber informasi adalah lokasinya yang terlalu jauh. Oleh karena itu, warga memilih untuk menginggalkan rumah mereka dan menempati kolong jembatan layang.
Menurut data BPBD Subang, banjir telah merendam 5.679 rumah di delapan desa, sedangkan se-wilayah Subang, terdampak 7.536 rumah yang tersebar di 51 desa, tujuh kecamatan. Sebanyak 13.541 KK atau 36.060 jiwa terdampak banjir tersebut.
Berdasarkan laporan BPBD Subang, genangan air telah merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, dan 2.884 hektare areal persawahan. Selain itu, sebanyak 276 KK atau 645 jiwa yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir.
Dengan demikian, para warga terdampak banjir di Pantura Subang terus menghadapi kesulitan dan kesengsaan.