Bencana Banjir Guncang Kabupaten Tangerang, 194 Hektare Sawah Padi Mengalami Puso
Kabupaten Tangerang Provinsi Banten ini terkena bencana alam yang melanda daerahnya pada Januari lalu. Menurut data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, 1.387 hektare sawah pertanian di Tangerang terendam banjir, namun hanya 194,5 hektare lahan tersebut mengalami puso atau gagal panen akibat banjir.
Bencana alam ini memang sudah pernah terjadi sejak beberapa pekan lalu karena cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Tangerang. Namun, kondisi tersebut makin parah pada bulan Januari tahun 2026.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, mengatakan wilayah-wilayah tersebut memang sudah terdampak sejak terjadinya banjir, dan pihaknya masih melakukan rehabilitasi lahan serta membantu para petani yang terdampak melalui penyaluran bantuan bibit/benih padi.
"Kami telah menyiapkan bantuan benih bagi kelompok tani," kata Ujang.
Pada awalnya, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa terdapat 27 wilayah kecamatan yang terkena dampak banjir dan memiliki korban jiwa sebesar 33 ribu KK dengan 133 ribu jiwa.
Kabupaten Tangerang Provinsi Banten ini terkena bencana alam yang melanda daerahnya pada Januari lalu. Menurut data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, 1.387 hektare sawah pertanian di Tangerang terendam banjir, namun hanya 194,5 hektare lahan tersebut mengalami puso atau gagal panen akibat banjir.
Bencana alam ini memang sudah pernah terjadi sejak beberapa pekan lalu karena cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Tangerang. Namun, kondisi tersebut makin parah pada bulan Januari tahun 2026.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, mengatakan wilayah-wilayah tersebut memang sudah terdampak sejak terjadinya banjir, dan pihaknya masih melakukan rehabilitasi lahan serta membantu para petani yang terdampak melalui penyaluran bantuan bibit/benih padi.
"Kami telah menyiapkan bantuan benih bagi kelompok tani," kata Ujang.
Pada awalnya, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa terdapat 27 wilayah kecamatan yang terkena dampak banjir dan memiliki korban jiwa sebesar 33 ribu KK dengan 133 ribu jiwa.