Korban Banjir di Kalsel, Meninggal Dapat Santunan Rp15 Juta!
Banyak korban banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang meninggal dunia mendapatkan santunan Rp15 juta. Menurut menaikkan posisi dari pemerintah, bantuan ini diberikan kepada ahli waris korban. Sementara itu, bagi yang masih luka-luka berat, diberikan dukungan sebesar Rp5 juta.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau lebih akrab dengan julukan Gus Ipul, mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme penanganan bencana yang berjenjang bagi korban banjir. Dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Pemerintah juga akan menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat. "Nah, setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada hunian (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali," kata Gus Ipul.
Keluarga terdampak yang telah menempati hunian atau huntap akan menerima bantuan lanjutan berupa pengisian rumah, jaminan hidup (jadup), dan pemberdayaan ekonomi.
Banyak korban banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang meninggal dunia mendapatkan santunan Rp15 juta. Menurut menaikkan posisi dari pemerintah, bantuan ini diberikan kepada ahli waris korban. Sementara itu, bagi yang masih luka-luka berat, diberikan dukungan sebesar Rp5 juta.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau lebih akrab dengan julukan Gus Ipul, mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme penanganan bencana yang berjenjang bagi korban banjir. Dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Pemerintah juga akan menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat. "Nah, setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada hunian (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali," kata Gus Ipul.
Keluarga terdampak yang telah menempati hunian atau huntap akan menerima bantuan lanjutan berupa pengisian rumah, jaminan hidup (jadup), dan pemberdayaan ekonomi.