Banjir dan Longsor Parah di Trenggalek, Akses Bandung-Prigi Terputus
Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengalami banjir dan longsor yang parah akibat hujan berintensitas tinggi. Hal ini memicu penderitaan warga di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, pada Jumat malam. Akses utama jalur Bandung-Prigi, rute vital bagi masyarakat, terputus karena tebing longsor yang menutup badan jalan setinggi sekitar 40-50 sentimeter.
Kondisi tersebut diperparah oleh material lumpur dan bebatuan yang bergegas mengalir melintasi aliran air. Hal ini menyebabkan warga tidak dapat menggunakan kendaraan untuk dilalui jalur utama tersebut. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, luapan tebing bukan hanya menutup jalan, tetapi juga masuk ke permukiman warga. Sejumlah rumah, antara lain dua di RT 05 dan empat di RT 04 Desa Watulimo, terkena dampak lumpur yang mencapai ketinggian 15-30 sentimeter.
"Kami berusaha sekuat tenaga untuk membersihkan material longsor dari badan jalan," katanya. Namun, penutupan jalur Bandung-Prigi berdampak pada mobilitas warga dan distribusi logistik karena merupakan akses utama kawasan pesisir selatan.
BPBD Trenggalek telah mengirimkan tim Reaksi Cepat untuk penanganan darurat, serta koordinasi dengan TNI, Polri, pemadam kebakaran, perangkat desa dan masyarakat. Tim ini juga membantu mendatangkan alat berat guna mempercepat pembersihan material longsor dari badan jalan.
Selain itu, bencana hidrometeorologi juga terjadi di wilayah lain, yaitu hujan lebat yang mengakibatkan banjir luapan di Jalan Raya Gandusari-Kampak, Desa Sukorejo. Air menutup jalan dan masuk ke satu rumah warga dengan tinggi sekitar 10 sentimeter. Warga setempat melakukan pembersihan mandiri setelah air surut pada pukul 20.00 WIB.
Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengalami banjir dan longsor yang parah akibat hujan berintensitas tinggi. Hal ini memicu penderitaan warga di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, pada Jumat malam. Akses utama jalur Bandung-Prigi, rute vital bagi masyarakat, terputus karena tebing longsor yang menutup badan jalan setinggi sekitar 40-50 sentimeter.
Kondisi tersebut diperparah oleh material lumpur dan bebatuan yang bergegas mengalir melintasi aliran air. Hal ini menyebabkan warga tidak dapat menggunakan kendaraan untuk dilalui jalur utama tersebut. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, luapan tebing bukan hanya menutup jalan, tetapi juga masuk ke permukiman warga. Sejumlah rumah, antara lain dua di RT 05 dan empat di RT 04 Desa Watulimo, terkena dampak lumpur yang mencapai ketinggian 15-30 sentimeter.
"Kami berusaha sekuat tenaga untuk membersihkan material longsor dari badan jalan," katanya. Namun, penutupan jalur Bandung-Prigi berdampak pada mobilitas warga dan distribusi logistik karena merupakan akses utama kawasan pesisir selatan.
BPBD Trenggalek telah mengirimkan tim Reaksi Cepat untuk penanganan darurat, serta koordinasi dengan TNI, Polri, pemadam kebakaran, perangkat desa dan masyarakat. Tim ini juga membantu mendatangkan alat berat guna mempercepat pembersihan material longsor dari badan jalan.
Selain itu, bencana hidrometeorologi juga terjadi di wilayah lain, yaitu hujan lebat yang mengakibatkan banjir luapan di Jalan Raya Gandusari-Kampak, Desa Sukorejo. Air menutup jalan dan masuk ke satu rumah warga dengan tinggi sekitar 10 sentimeter. Warga setempat melakukan pembersihan mandiri setelah air surut pada pukul 20.00 WIB.