Iwan mengatakan, ia hampir terjebak dalam kemacetan yang meresahkan di Jalan Daan Mogot Raya KM 13, karena banjir dan sungai yang mengalir. Pagi itu, ia tidak bisa melintas jalan yang seringkali menjadi pilihan utama warga Jakarta. Kondisi tersebut membuatnya terpaksa menunggu hingga truk datang dan naikinya untuk melewati genangan air di jalan utama.
Ia mengatakan, sebelum itu ia memiliki rencana untuk menggunakan sepeda motor, tetapi kemudian memutuskan untuk menggunakan transportasi umum. Namun, bus yang ia tumpangi pun ikut terjebak karena banjir. Ia harus berjalan kaki setelah melihat kondisi lalu lintas menjadi sangat kabur.
Kondisi banjir di Daan Mogot diperparah oleh pengendara motor yang melawan arah dan tidak mau menunggu kemacetan selesai, mengakibatkan situasi menjadi semakin panik. Pada Kamis pagi itu, jalan ini berubah menjadi kolam renang dadakan dan arena uji kesabaran warga.
Selain itu, penumpang TransJakarta di kawasan tersebut juga terpaksa turun dari bus dan menaiki truk akibat kemacetan panjang imbas banjir. Sementara sebagian penumpang melanjutkan perjalanan melalui trotoar.
Di Daan Mogot, kendaraan melambat dan saling bermanuver untuk menghindari sisi jalan yang lebih dalam, sehingga antrean kendaraan memanjang hingga 5,5 kilometer. Kemacetan juga terjadi dari arah Pesing menuju Jembatan Gantung.
Penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai seperti Sungai Ciliwung, Pesanggrahan, dan Angke Hulu.
Ia mengatakan, sebelum itu ia memiliki rencana untuk menggunakan sepeda motor, tetapi kemudian memutuskan untuk menggunakan transportasi umum. Namun, bus yang ia tumpangi pun ikut terjebak karena banjir. Ia harus berjalan kaki setelah melihat kondisi lalu lintas menjadi sangat kabur.
Kondisi banjir di Daan Mogot diperparah oleh pengendara motor yang melawan arah dan tidak mau menunggu kemacetan selesai, mengakibatkan situasi menjadi semakin panik. Pada Kamis pagi itu, jalan ini berubah menjadi kolam renang dadakan dan arena uji kesabaran warga.
Selain itu, penumpang TransJakarta di kawasan tersebut juga terpaksa turun dari bus dan menaiki truk akibat kemacetan panjang imbas banjir. Sementara sebagian penumpang melanjutkan perjalanan melalui trotoar.
Di Daan Mogot, kendaraan melambat dan saling bermanuver untuk menghindari sisi jalan yang lebih dalam, sehingga antrean kendaraan memanjang hingga 5,5 kilometer. Kemacetan juga terjadi dari arah Pesing menuju Jembatan Gantung.
Penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai seperti Sungai Ciliwung, Pesanggrahan, dan Angke Hulu.