Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Guncangan Banjir Bandang Membunuh 11 Orang
Bulan Januari, wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengalami gempa banjir bandang. Jika tidak ditangani dengan tepat, mungkin dampaknya lebih parah. Pada Senin (5/1) pagi, hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, sehingga menyebabkan material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga.
Saat ini, total ada 11 orang yang meninggal dunia, sementara lima orang masih dinyatakan hilang. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan bahwa dari 11 korban meninggal dunia, enam jenazah telah teridentifikasi, sementara lima jenazah masih dalam pendataan.
Korban yang teridentifikasi hingga saat ini berasal dari tiga kecamatan. Kecamatan Siau Timur dan Siau Barat masih dalam kondisi darurat. Korban yang meninggal dunia hanyalah dua orang, di mana lainnya korban hilang, keluarga mereka masih berharap agar keberadaan mereka dapat ditemukan.
Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut. Hal ini ditetapkan lewat SK Nomor 1 Tahun 2026 dan berlaku selama 14 hari, terhitung dari 5 Januari sampai 18 Januari 2026.
Dalam menghadapi banjir, BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup memobilisasi alat berat untuk membuka akses jalanan yang terblokir.
Bulan Januari, wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengalami gempa banjir bandang. Jika tidak ditangani dengan tepat, mungkin dampaknya lebih parah. Pada Senin (5/1) pagi, hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, sehingga menyebabkan material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga.
Saat ini, total ada 11 orang yang meninggal dunia, sementara lima orang masih dinyatakan hilang. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan bahwa dari 11 korban meninggal dunia, enam jenazah telah teridentifikasi, sementara lima jenazah masih dalam pendataan.
Korban yang teridentifikasi hingga saat ini berasal dari tiga kecamatan. Kecamatan Siau Timur dan Siau Barat masih dalam kondisi darurat. Korban yang meninggal dunia hanyalah dua orang, di mana lainnya korban hilang, keluarga mereka masih berharap agar keberadaan mereka dapat ditemukan.
Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut. Hal ini ditetapkan lewat SK Nomor 1 Tahun 2026 dan berlaku selama 14 hari, terhitung dari 5 Januari sampai 18 Januari 2026.
Dalam menghadapi banjir, BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup memobilisasi alat berat untuk membuka akses jalanan yang terblokir.