Banjir Bandang di Sitaro, Sulawesi Utara, Korban Meninggal 11 Orang
Pagi ini, kabar baik atau kabar jahat dari banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kembali mengguncang jiwa rakyat setempat. Seluruh wilayah terdampak mulai dari empat kecamatan, yaitu Siau Timur, Siau Barat, dan dua wilayah lainnya, melalui kejadian alam yang berpotensi membawa kerusakan hingga korban jiwa.
Kemarin, pukul 02.30 WIB, hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini dalam waktu lama sehingga menyebabkan material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan bahkan meluber hingga ke bangunan warga. Insiden ini terjadi tanpa peringatan sebelumnya.
Dalam hal korban jiwa, BNPB telah menerbitkan data yang menunjukkan total korban meninggal dunia 11 orang, sedangkan lima orang masih dinyatakan hilang. Keluarga korban meninggal dunia memang mendapatkan fasilitas pemakaman yang dibantu oleh BPBD Kabupaten Sitaro.
Saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) telah dihentikan sejak kemarin, karena terhalang cuaca buruk yang berpotensi banjir dan longsor. Namun, saat matahari terbit pagi ini, BNPB menyatakan akan melanjutkan operasi SAR untuk mencari korban yang masih hilang.
Selain itu, pemerintah daerah setempat telah membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan fasilitas peralatan seperti tidur, pakaian anak-anak, dan makanan siap saji bagi 444 jiwa yang harus mengungsi akibat kerusakan infrastruktur.
Pagi ini, kabar baik atau kabar jahat dari banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kembali mengguncang jiwa rakyat setempat. Seluruh wilayah terdampak mulai dari empat kecamatan, yaitu Siau Timur, Siau Barat, dan dua wilayah lainnya, melalui kejadian alam yang berpotensi membawa kerusakan hingga korban jiwa.
Kemarin, pukul 02.30 WIB, hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini dalam waktu lama sehingga menyebabkan material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan bahkan meluber hingga ke bangunan warga. Insiden ini terjadi tanpa peringatan sebelumnya.
Dalam hal korban jiwa, BNPB telah menerbitkan data yang menunjukkan total korban meninggal dunia 11 orang, sedangkan lima orang masih dinyatakan hilang. Keluarga korban meninggal dunia memang mendapatkan fasilitas pemakaman yang dibantu oleh BPBD Kabupaten Sitaro.
Saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) telah dihentikan sejak kemarin, karena terhalang cuaca buruk yang berpotensi banjir dan longsor. Namun, saat matahari terbit pagi ini, BNPB menyatakan akan melanjutkan operasi SAR untuk mencari korban yang masih hilang.
Selain itu, pemerintah daerah setempat telah membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan fasilitas peralatan seperti tidur, pakaian anak-anak, dan makanan siap saji bagi 444 jiwa yang harus mengungsi akibat kerusakan infrastruktur.