Banjir Bandang Sitaro, Korban Meninggal 11 Orang
Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, terkena banjir bandang yang parah pada Senin (5/1) pagi. Banyak korban jiwa yang meninggal dunia dan lima orang masih dinyatakan hilang hingga pukul 19.00 WIB.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, total ada 11 korban meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, enam jenazah sudah teridentifikasi, sedangkan lima jenazah masih dalam pendataan.
BPBD Kabupaten Sitaro memberikan fasilitas pemakaman korban meninggal dunia. "Kami berusaha untuk memakamkan jenazah yang teridentifikasi dengan cepat dan efektif," ujar Abdul Muhari.
Operasi search and rescue (SAR) tidak dilanjutkan di malam hari karena cuaca buruk. "Hujan lebat dan banjir dapat menyebabkan longsor, sehingga kami tidak ingin mengambil risiko," katanya.
Namun, operasi SAR akan dilanjutkan lagi begitu matahari terbit pada Selasa (6/1). BNPB juga menyiapkan pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara untuk 143 Kepala Keluarga atau 444 jiwa yang harus mengungsi.
Kabupaten Sitaro terkena banjir bandang meluas ke empat kecamatan, yaitu Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Pemerintah daerah juga memobilisasi alat berat untuk membuka akses jalan yang putus.
Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, terkena banjir bandang yang parah pada Senin (5/1) pagi. Banyak korban jiwa yang meninggal dunia dan lima orang masih dinyatakan hilang hingga pukul 19.00 WIB.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, total ada 11 korban meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, enam jenazah sudah teridentifikasi, sedangkan lima jenazah masih dalam pendataan.
BPBD Kabupaten Sitaro memberikan fasilitas pemakaman korban meninggal dunia. "Kami berusaha untuk memakamkan jenazah yang teridentifikasi dengan cepat dan efektif," ujar Abdul Muhari.
Operasi search and rescue (SAR) tidak dilanjutkan di malam hari karena cuaca buruk. "Hujan lebat dan banjir dapat menyebabkan longsor, sehingga kami tidak ingin mengambil risiko," katanya.
Namun, operasi SAR akan dilanjutkan lagi begitu matahari terbit pada Selasa (6/1). BNPB juga menyiapkan pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara untuk 143 Kepala Keluarga atau 444 jiwa yang harus mengungsi.
Kabupaten Sitaro terkena banjir bandang meluas ke empat kecamatan, yaitu Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Pemerintah daerah juga memobilisasi alat berat untuk membuka akses jalan yang putus.