Pada hari ketika banjir telah mencapai tujuh hari, warga Desa Jenggot di Mekar Baru, Tangerang, masih terisolasi. Sebagai perkiraan, sekitar 118 keluarga tersebut masih belum bisa keluar rumah mereka karena ketinggian air yang mencapai 90 sentimeter.
Saat ini, hanya sekitar 80 warga yang telah berlindung ke SDN Jenggati sebagai posko pengungsian sementara. Namun, pihak kecamat sangat mempedulikan keluarga yang terisolasi dan akan terus menyalurkan bantuan logistik mereka.
Pada akhirnya, banjir ini disebabkan oleh pendangkalan anak Sungai Cidurian yang tidak mampu menampung debit air. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berjanji untuk melakukan pembenahan aliran sungai tersebut pada tahun 2026.
Saat ini, kecamat sedang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah banjir ini dan membuat warga Desa Jenggot dapat kembali hidup normal.
Saat ini, hanya sekitar 80 warga yang telah berlindung ke SDN Jenggati sebagai posko pengungsian sementara. Namun, pihak kecamat sangat mempedulikan keluarga yang terisolasi dan akan terus menyalurkan bantuan logistik mereka.
Pada akhirnya, banjir ini disebabkan oleh pendangkalan anak Sungai Cidurian yang tidak mampu menampung debit air. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berjanji untuk melakukan pembenahan aliran sungai tersebut pada tahun 2026.
Saat ini, kecamat sedang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah banjir ini dan membuat warga Desa Jenggot dapat kembali hidup normal.