Keberadaan sampah di Indonesia semakin menumpuk, dan hal ini berpotensi menjadi bencana bagi lingkungan. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar untuk membangun 34 proyek Waste to Energy (WtE) yang dapat mengubah sampah menjadi listrik. Proyek-proyek ini akan dimulai dalam waktu dekat dan diharapkan dapat membantu menangani masalah sampah di Indonesia.
Dalam beberapa minggu ke depan, pemerintah menargetkan dimulainya minimal enam hingga 11 proyek WtE yang diperkirakan memiliki nilai sekitar 6 miliar dolar. Investasi besar-besaran juga akan diterima dari luar negeri untuk mendukung proyek-proyek ini.
Namun, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, terutama manajemen dan para manajer muda, agar proyek-proyek strategis ini bisa berjalan optimal. Ia juga mengungkapkan bahwa total pengelolaan sampah di Indonesia mungkin akan membutuhkan waktu sekitar 10-15 tahun.
Sampah yang menumpuk luar biasa dan berpotensi menjadi bencana, ini akan dibantu oleh proyek-proyek WtE. Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa ini sudah diperlukan dalam beberapa tahun terakhir untuk membersihkan sampah di Indonesia.
Dalam beberapa minggu ke depan, pemerintah menargetkan dimulainya minimal enam hingga 11 proyek WtE yang diperkirakan memiliki nilai sekitar 6 miliar dolar. Investasi besar-besaran juga akan diterima dari luar negeri untuk mendukung proyek-proyek ini.
Namun, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, terutama manajemen dan para manajer muda, agar proyek-proyek strategis ini bisa berjalan optimal. Ia juga mengungkapkan bahwa total pengelolaan sampah di Indonesia mungkin akan membutuhkan waktu sekitar 10-15 tahun.
Sampah yang menumpuk luar biasa dan berpotensi menjadi bencana, ini akan dibantu oleh proyek-proyek WtE. Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa ini sudah diperlukan dalam beberapa tahun terakhir untuk membersihkan sampah di Indonesia.