Bahlil Lahadalia mengatakan Adies Kadir tidak lagi menjadi bagian dari struktur Golkar setelah diusulkan untuk menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang diusulkan DPR. "Ya, beberapa hari lalu saya cek suratnya, dan saya tahu kalau ketika beliau dipilih itu langsung prosesnya tidak lagi menjadi kader partai atau pengurus partai," kata Bahlil dalam wawancara di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Bahlil menjelaskan bahwa karena seorang hakim harus independen, Adies memutuskan untuk mundur dari Golkar meski belum dilantik secara resmi. "Proses beliau menjadi hakim MK sudah dilakukan pengunduran diri, baik dari kepengurusan maupun keanggotaan. Karena hakim itu harus independen, jadi kita waqafkan yang terbaik," katanya.
Bahlil mengatakan bahwa Adies tidak lagi menjadi bagian dari struktur Golkar sejak diusulkan untuk menjadi hakim MK. "Jadi beliau dari kader partai, anggota partai, struktur partai, sudah enggak sebelum ditetapkan," katanya.
Menurut Bahlil, ada beberapa alasan mengapa Adies memilih untuk mundur dari Golkar. Namun, tidak disebutkan secara spesifik apa alasan-alasannya dalam wawancara yang dilakukan oleh Liputan6.com.
Bahlil menjelaskan bahwa karena seorang hakim harus independen, Adies memutuskan untuk mundur dari Golkar meski belum dilantik secara resmi. "Proses beliau menjadi hakim MK sudah dilakukan pengunduran diri, baik dari kepengurusan maupun keanggotaan. Karena hakim itu harus independen, jadi kita waqafkan yang terbaik," katanya.
Bahlil mengatakan bahwa Adies tidak lagi menjadi bagian dari struktur Golkar sejak diusulkan untuk menjadi hakim MK. "Jadi beliau dari kader partai, anggota partai, struktur partai, sudah enggak sebelum ditetapkan," katanya.
Menurut Bahlil, ada beberapa alasan mengapa Adies memilih untuk mundur dari Golkar. Namun, tidak disebutkan secara spesifik apa alasan-alasannya dalam wawancara yang dilakukan oleh Liputan6.com.