Pemerintah Indonesia bakal menopang impor solar pada tahun 2026 hanya sekitar 500.000 kiloliter, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta. Ini menunjukkan bahwa Indonesia telah mencapai keseimbangan antara konsumsi dan produksi bahan bakar minyak dalam negeri.
Realisasi kebijakan mandatori biodiesel pada tahun 2025 mencapai angka 14,2 juta kiloliter. Kebijakan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri tetapi juga memberikan cadangan bagi Indonesia.
Akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang telah di surplus kurang lebih 1,4 juta kiloliter. Dengan demikian, pemerintah tidak lagi melakukan impor solar pada tahun 2026. Namun, ada sedikit celah impor untuk jenis bensin tertentu seperti C51 yang masih diperlukan untuk mesin.
Pihaknya menyatakan bahwa volume impor C51 sangat rendah dan akan dihentikan pada semester kedua. "Tapi kalau C51 sekarang kita lagi mendesain mesinnya, itu nanti di semester kedua baru tidak melakukan impor," ujar Bahlil.
Realisasi kebijakan mandatori biodiesel pada tahun 2025 mencapai angka 14,2 juta kiloliter. Kebijakan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri tetapi juga memberikan cadangan bagi Indonesia.
Akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang telah di surplus kurang lebih 1,4 juta kiloliter. Dengan demikian, pemerintah tidak lagi melakukan impor solar pada tahun 2026. Namun, ada sedikit celah impor untuk jenis bensin tertentu seperti C51 yang masih diperlukan untuk mesin.
Pihaknya menyatakan bahwa volume impor C51 sangat rendah dan akan dihentikan pada semester kedua. "Tapi kalau C51 sekarang kita lagi mendesain mesinnya, itu nanti di semester kedua baru tidak melakukan impor," ujar Bahlil.