Pemerintah menetapkan tujuan untuk mencampur etanol dalam bensin (bioetanol) sekitar 2028. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, peta jalan kebijakan ini masih dalam proses penyusunan dan akan segera selesai.
Bahlil berjanji bahwa paling lambat pada tahun 2028, sudah ada mandatori bioetanol, mungkin bahkan 2027-2028. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan Presiden Prabowo Subianto mengenai campuran etanol 10 persen (E10) untuk Bahan Bakar Minyak (BBM).
Tujuan utama kebijakan ini adalah mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM. Pemerintah akan memberikan insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol di dalam negeri.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan pembahasan mengenai aspek cukai untuk etanol telah dilakukan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Saat ini, Kementerian Keuangan juga telah memberikan pembebasan bea cukai bagi etanol yang digunakan untuk bahan bakar nabati.
Peluang investasi dari kebijakan ini mulai menarik minat investor, seperti perusahaan otomotif global asal Jepang, Toyota.
Bahlil berjanji bahwa paling lambat pada tahun 2028, sudah ada mandatori bioetanol, mungkin bahkan 2027-2028. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan Presiden Prabowo Subianto mengenai campuran etanol 10 persen (E10) untuk Bahan Bakar Minyak (BBM).
Tujuan utama kebijakan ini adalah mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM. Pemerintah akan memberikan insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol di dalam negeri.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan pembahasan mengenai aspek cukai untuk etanol telah dilakukan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Saat ini, Kementerian Keuangan juga telah memberikan pembebasan bea cukai bagi etanol yang digunakan untuk bahan bakar nabati.
Peluang investasi dari kebijakan ini mulai menarik minat investor, seperti perusahaan otomotif global asal Jepang, Toyota.