Pemerintah mencapai target produksi minyak mentah, tetapi pendapatan negara dari sektor migas justru meleset. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, produksi minyak bumi mencapai 605.300 barel per hari, melampaui target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari. Namun, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor migas hanya mencapai 83 persen dari target.
Realisasi PNBP migas tercatat sebesar Rp105,4 triliun, jauh di bawah target APBN sebesar Rp125 triliun. Penyebab utama tidak tercapainya target pendapatan tersebut adalah asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN yang meleset.
Bahlil menjelaskan bahwa asumsi ICP di APBN 82 dolar AS per barel, tetapi riilnya 68 dolar AS per barel. Maka dari itu, meskipun produksi minyak bumi tercapai, harganya memang lagi turun.
Realisasi PNBP migas tercatat sebesar Rp105,4 triliun, jauh di bawah target APBN sebesar Rp125 triliun. Penyebab utama tidak tercapainya target pendapatan tersebut adalah asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN yang meleset.
Bahlil menjelaskan bahwa asumsi ICP di APBN 82 dolar AS per barel, tetapi riilnya 68 dolar AS per barel. Maka dari itu, meskipun produksi minyak bumi tercapai, harganya memang lagi turun.