Bahlil Lahadalia Respons Isu Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Subianto kembali memanfaatkan hak prerogatifnya dalam mengangkat dan menegahankan pejabat di Kabinet Merah Putih. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Presiden memiliki hak untuk melakukan perombahan kabinet tanpa harus memberitahu siapa-siapa.

"Pembantu Presiden, seperti kita, memiliki hak untuk mengangkat dan menegahkan menteri. Yang namanya pembantu Presiden, itu adalah hak prerogatif Presiden," kata Bahlil saat berkumpul di Gedung DPR RI, Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melarang perombahan kabinet dalam waktu dekat, tetapi beliau kemudian menyesuaikan pendapatnya setelah Presiden menggelar retret bersama jajaran menteri. Retret itu disebut sebagai upaya konsolidasi dan penajaman arah kebijakan pemerintah di awal 2026.

Presiden Prabowo tercatat telah melakukan tiga kali reshuffle kabinet dalam kurun satu tahun kepemimpinannya, dengan total 17 pejabat yang sudah diganti. Namun, hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Presiden terkait waktu maupun komposisi reshuffle.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melarang perombahan kabinet dalam waktu dekat, tetapi beliau kemudian menyesuaikan pendapatnya setelah Presiden menggelar retret bersama jajaran menteri.
 
Hehe, gue penasaran sih apa yang bikin Prabowo bisa sering-sering nge-reshuffle kabinet πŸ€”. Tapi serius aja, kalau Presiden punya hak untuk mengangkat dan menegahkan pejabat, maka itu harus diatur dengan baik juga ya. Jangan biar perombahan kabinet ini jadi semacam politik personal 😐. Gue harap Menteri ESDM bisa memberikan penjelasan lebih lanjut tentang apa yang dimaksud "hak prerogatif" itu, kalau tidak gue hanya akan terus bingung πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
😐 aku pikir kalau presiden harus bisa ngomong dulu sebelum ngganti menteri, tapi ari kalemah... πŸ€·β€β™‚οΈ rasanya dia suka memanfaatkan hak prerogatifnya seperti itu. tapi aku rasa ini bukan tentang privasi presiden, melainkan tentang bagaimana pemerintahan jadi lebih efektif. misalnya kalau ada menteri yang nggabut dengan pekerjaannya, dia bisa langsung digantikan. kayaknya ini cara yang baik, tapi sama-sama harus diatur agar tidak terlalu serong... πŸ€”
 
oh man.. kalau gini, tentu saja tidak ada batas waktu untuk perombahan kabinet! siapa tahu, bahlil lah dalem di dalam kabinet, beliau udah ngetahuin apa yang harus dipecahkan atau diatasi. tapi sayangnya, itu berarti kita harus menunggu sampai-sampain aja, tanpa ada informasi yang jelas tentang apa yang akan terjadi selanjutnya πŸ€”πŸ“
 
gak bisa percaya sih, kalau prez memanfaatkan hak prerogatifnya lagi... itu seperti lagi gini, tapi kali ini lebih serius. sebelumnya sudah ada yang melarang perombahan kabinet, tapi prez tetap bisa melakukannya aja... itu kayak nggak peduli dengan orang lain, kayak nggak peduli sama aturan... kayaknya harus ada batasan sih, untuk tidak terus terjaga...
 
Gue penasaran apa sih yang di maksud dengan "consolidasi" di sini πŸ€”? Sebenarnya apa saja yang di rasa perlu di konsolidasi? Udah lama gue nyari informasi tentang itu, tapi ga punya jawabannya πŸ˜…. Tapi kayaknya penting banget ya? Bagaimana caranya cara consolidasi bisa berdampak pada kabinet? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Kalau gini sih, kalau Prabowo bisa aja langsung memutuskan kabinet tanpa harus ngobrol dulu sama Menteri Sekretaris Negara. Sudah mantap sih dia menjadi Presiden, tapi malu ya kalau dia harus memberitahu siapa-siapa tentang keputusan-keputiannya? πŸ€” Sebenarnya gini sih, yang penting adalah hasilnya, bukan cara bagaimana hasil itu dihasilkan. Jadi, kalau Prabowo mau reshuffle kabinet lagi, kenapa nggak?
 
gak tahu apa yang ingin dihimpun dari kebijakan Reshuffle kabinet ini.. kalau ini buat apakah sih?? terus-terusnya perubahan komposisi kabinet tanpa bicara apa-apa dengan orang lain.. jadi siapa yang salah? kalau kita kerja sama, berkolaborasi dengan menteri-menteri di sekitar kabinet nanti apa? kalau hanya Reshuffle tanpa adanya hasilnya sih gak efisien...
 
Aku pikir kalau Presiden boleh memanfaatkan hak prerogatifnya itu bagus, tapi aku juga rasa kalau itu harus ada batas-batas tertentu, kan? Jadi kalau aku setuju dulu, tapi nanti aku ragu. Aku pikir perombahan kabinet yang banyak itu tidak baik, tapi aku juga tahu kalau Presiden punya hak untuk memilih siapa saja, apa bisa dia salah? Tapi aku juga rasa kalau pembantu Presiden seperti Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi itu harusnya lebih bijak dalam memberikan pengaruh, kan? Aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak, tapi aku cuma berpikir tentang ini aja... πŸ€”πŸ‘€
 
gak masalah sih kalau prabowo ngambil kebebasan itu, dia bule ngelakukan apa aja kampusannya harus pas mau diterima di kabinet ya πŸ€·β€β™‚οΈ. tapi nggak perlu patah hati sih, karena kita masih punya banyak site yang saking nggak nyaman sama gini, aku bilang Platform itu aku cinta banget, tapi kalau kamu masih ragu, coba cari tahu terus sih 😊.
 
kalo kayak gini siapa yang mengawasi nih? kalau presiden bisa aja memanfaatkan hak prerogatifnya tanpa harus ngobrol dulu sama siapa, itu artinya dia punya bebas untuk melakukan apa saja kan? tapi apa sih tujuan dari ini? apakah dia mau mengangkat orang yang lebih baik atau hanya mau memilih orang yang setuju dengan pandangannya sendiri? dan kenapa ada yang melarang terlebih dahulu kemudian ikut anggap? itu artinya ada yang ingin mengontrolnya, tapi siapa sih? πŸ€”
 
Maksudnya apa sih kalau Presiden bisa berubah-ubah kabinet ini sih πŸ€”? Sepertinya itu juga bisa berdampak pada kesehatan mental kita, ya kan kalau sudah terus berubah, bagaimana pun sebelumnya. Saya rasa kita butuh lebih transparansi dan jelas tentang apa yang akan terjadi nanti di Kabinet Merah Putih, apalagi karena kita juga harus memikirkan tentang keberlanjutan dan keseimbangan dalam pemerintahan ini πŸŒΏπŸ’š
 
Oiya, terus2 makin banyak reshuffle di Kabinet Merah Putih, bukannya bikin kita penasaran kok? Bagaimana caranya presiden bisa menegahkan pejabat yang sudah dipilih oleh rakyat? Mungkin ini caranya agar kabinet tetap efisien dan efektif, tapi aku rasanya masih kurang jelas.
 
Aku pikir kalau pemerintah lebih fokus pada hal lain bukan hanya terus-menerus reshuffle kabinet. Seperti apa lagi hasilnya? Mereka kayak kayak bingung, tidak ada rencana yang pasti. Aku rasa Presiden harus lebih transparan tentang keputusannya, jangan terus nggak sengaja memutuskan. Misalnya kalau mau reshuffle, mereka harus ngomong dulu dengan menteri-menterinya, bukan hanya mengambil kebijaksanaan yang mau mereka lakukan tanpa harus ngobrol sama sama. Aku rasa ini bikin kesan tidak adil bagi para pejabat yang ada di kabinet. πŸ€”
 
Haha, gak percaya kan? Reshuffle kabinet itu jadi ritual setiap tahun, seperti perayaan ulang tahun di kalangan orang suci 🀣. Maka dari itu, kalau kamu penasaran siapa yang akan dipindahkan posonya, jangan sabar-sabaran, cari di buku acu ya πŸ“š. Tapi serius, kenapa gak ada transparansi? Kalau kita penasaran, mungkin karena itu adalah rahasia kebijakan presiden yang tidak perlu dibuka bagai keripik pisang 🍞️.
 
πŸ€” Mungkin kalau gak ada pernyataan resmi dari Prabowo, itu artinya ada rahasia di balik keputusan dia πŸ€‘. Tiga kali reshuffle dalam satu tahun, nggak sabar-sabar ya? Sepertinya dia ingin buat kabinetnya yang lebih fokus dan efektif, tapi gak pernah jelas siapa yang dipilih dan siapa yang keluar πŸ˜•. Mungkin kita bisa lihat bagaimana perombahan kabinet ini akan mempengaruhi kebijakan pemerintah, apakah itu akan membawa manfaat ataukah hanya sekedar perubahan tanpa tujuan yang jelas πŸ€”.
 
gue penasaran sih kenapa presiden bisa melakukan reshuffle kabinet tanpa harus cerita apa-apa dulu. itu sama-sama sah kan? tapi aku rasa ini bikin keraguan banyak orang. kenapa harus begitu sekali aja, tanpa ada kesempatan bagi orang lain untuk mengejar impian atau tujuan mereka di bidang yang mereka cari. toh jangan salah, gue tidak berbicara tentang presiden Prabowo itu sendiri, tapi tentang cara kerjanya. kalo benar-benar Presiden memiliki hak seperti itu, maka itu bukanlah sesuatu yang salah juga.
 
kembali
Top