Presiden Prabowo Subianto kembali memanfaatkan hak prerogatifnya dalam mengangkat dan menegahankan pejabat di Kabinet Merah Putih. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Presiden memiliki hak untuk melakukan perombahan kabinet tanpa harus memberitahu siapa-siapa.
"Pembantu Presiden, seperti kita, memiliki hak untuk mengangkat dan menegahkan menteri. Yang namanya pembantu Presiden, itu adalah hak prerogatif Presiden," kata Bahlil saat berkumpul di Gedung DPR RI, Jakarta.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melarang perombahan kabinet dalam waktu dekat, tetapi beliau kemudian menyesuaikan pendapatnya setelah Presiden menggelar retret bersama jajaran menteri. Retret itu disebut sebagai upaya konsolidasi dan penajaman arah kebijakan pemerintah di awal 2026.
Presiden Prabowo tercatat telah melakukan tiga kali reshuffle kabinet dalam kurun satu tahun kepemimpinannya, dengan total 17 pejabat yang sudah diganti. Namun, hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Presiden terkait waktu maupun komposisi reshuffle.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melarang perombahan kabinet dalam waktu dekat, tetapi beliau kemudian menyesuaikan pendapatnya setelah Presiden menggelar retret bersama jajaran menteri.
"Pembantu Presiden, seperti kita, memiliki hak untuk mengangkat dan menegahkan menteri. Yang namanya pembantu Presiden, itu adalah hak prerogatif Presiden," kata Bahlil saat berkumpul di Gedung DPR RI, Jakarta.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melarang perombahan kabinet dalam waktu dekat, tetapi beliau kemudian menyesuaikan pendapatnya setelah Presiden menggelar retret bersama jajaran menteri. Retret itu disebut sebagai upaya konsolidasi dan penajaman arah kebijakan pemerintah di awal 2026.
Presiden Prabowo tercatat telah melakukan tiga kali reshuffle kabinet dalam kurun satu tahun kepemimpinannya, dengan total 17 pejabat yang sudah diganti. Namun, hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Presiden terkait waktu maupun komposisi reshuffle.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melarang perombahan kabinet dalam waktu dekat, tetapi beliau kemudian menyesuaikan pendapatnya setelah Presiden menggelar retret bersama jajaran menteri.