Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, hari ini menetapkan untuk menyatakan sanksi kepada para pejabat yang bertanggung jawab atas insiden kebocoran pipa gas yang terjadi di Sumatra pada awal tahun 2026. Kebocoran tersebut berdampak fatal, menyebabkan hilangnya potensi produksi minyak dalam jumlah besar, yaitu sekitar 2 juta barel.
Menurut Bahlil, kebocoran ini menyerang target lifting minyak nasional tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa kebocoran tersebut terjadi di wilayah Indragiri Hilir, Riau, dan pipanya yang bocor menyebabkan hilangnya potensi produksi minyak dalam jumlah besar.
"Tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN karena saya anggap itu sebuah betul dari kecelakaan, tapi ada sebuah ketidakhidjaran dari kami tapi apapun ceritanya itu kesalahan kami," tegasnya.
Bahlil menegaskan bahwa segala bentuk kendala teknis yang mengakibatkan kerugian negara harus dipertanggungjawabkan secara profesional. Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian ESDM tengah melakukan langkah-langkah cepat guna meningkatkan kembali lifting minyak nasional.
Strategi yang disiapkan mencakup reaktivasi sumur-sumur tua, intervensi teknologi, hingga percepatan Plan of Development (POD). Bahlil juga menegaskan bahwa hal ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor energi agar lebih waspada dalam mengelola infrastruktur strategis nasional demi menjaga ketahanan energi dan pencapaian target APBN 2026.
Menurut Bahlil, kebocoran ini menyerang target lifting minyak nasional tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa kebocoran tersebut terjadi di wilayah Indragiri Hilir, Riau, dan pipanya yang bocor menyebabkan hilangnya potensi produksi minyak dalam jumlah besar.
"Tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN karena saya anggap itu sebuah betul dari kecelakaan, tapi ada sebuah ketidakhidjaran dari kami tapi apapun ceritanya itu kesalahan kami," tegasnya.
Bahlil menegaskan bahwa segala bentuk kendala teknis yang mengakibatkan kerugian negara harus dipertanggungjawabkan secara profesional. Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian ESDM tengah melakukan langkah-langkah cepat guna meningkatkan kembali lifting minyak nasional.
Strategi yang disiapkan mencakup reaktivasi sumur-sumur tua, intervensi teknologi, hingga percepatan Plan of Development (POD). Bahlil juga menegaskan bahwa hal ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor energi agar lebih waspada dalam mengelola infrastruktur strategis nasional demi menjaga ketahanan energi dan pencapaian target APBN 2026.