Bahlil: 500.000 Rumah Terima Sambungan Listrik Gratis Tahun Ini

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia baru-baru ini mengumumkan bahwa program Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) akan menambah target dari 200.000 menjadi 500.000 rumah tangga di tahun 2026. Menurut dia, program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dan memperluas akses listrik, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat ini masih ada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik.

Bahlil berjanji akan melakukan realokasi anggaran untuk mendukung realisasi lonjakan target ini. Dia mengajak anggota dewan untuk bersinergi mengawal program ini. Bahlil juga menyatakan komitmen pribadinya untuk menyelesaikan masalah kelistrikan ini, karena dia merasa bahwa keberadaannya sebagai menteri belum lengkap jika masih ada desa tanpa listrik.

Program BPBL membantu rumah tangga dengan instalasi listrik rumah dengan 3 titik lampu dan 1 kotak kontak, pemeriksaan dan pengujian instalasi, Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan ke jaringan PLN untuk daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000. Pada tahun 2025, program ini dialokasikan anggaran sekitar Rp4 triliun.

Bahlil mengharapkan agar dewan dapat bersinergi dalam mendukung realisasi program ini, sehingga semua desa dan dusun dapat teraliri listrik. Dia juga menyatakan bahwa dia akan melakukan segala upaya untuk menyelesaikan masalah kelistrikan ini.
 
Aku pikir target 500.000 rumah tangga itu agak ambisius deh, tapi kalau bisa diwujudkan nanti pasti akan sangat bermanfaat ya! Program BPBL memang perlu kita jaga agar semua desa dan dusun bisa teraliri listrik, tapi masih ada sekitar 5.700 desa yang belum bisa dipasangi listrik, itu bukan mainan aja!

Aku rasa Bahlil Lahadalia itu bener-bener punya niat yang baik, dia mau meningkatkan target program ini dan menambah anggaran agar semua desa bisa teraliri listrik. tapi aku masih ragu-ragu nih, bagaimana caranya kita bisa mencapai target ini? Apakah kita butuh modal tambahan lagi? atau ada cara lain yang bisa kita lakukan?

Aku pikir realokasi anggaran itu itu penting banget, karena dengan demikian kita bisa mendapatkan lebih banyak sumber daya untuk program ini. dan aku juga setuju dengan Bahlil bahwa dia harus tetap komitmen dalam menyelesaikan masalah kelistrikan ini.

Tapi aku masih ragu-ragu apa yang akan terjadi jika kita tidak berhasil mencapai target ini, apakah ada dampak negatif yang bisa dihadapi? dan bagaimana caranya kita bisa memastikan bahwa semua desa dan dusun bisa teraliri listrik? itulah yang aku ingin tahu ya!
 
aku rasa bikin senang banget kalau kita bisa akses listrik di setiap desa nusantara, tapi ada masih banyak desa yang belum teraliri. aku harap bahlil lah dapat mewakili masyarakat ke butuhannya, dan ini bukan cuma soal kebutuhan asasi, tapi juga untuk kemajuan ekonomi masyarakat. aku rasa program ini harus dijalankan dengan baik dan ada kesinergan antara pemerintah dan masyarakat. jangan lupa juga memperhatikan biaya listrik nanti, agar tidak membuat masyarakat kelebihan belanja.
 
aku pikir ni kalau pemerintah nggak fokus pada masalah kelistrikan, aku rasa kita akan terus melayang di abis. 500.000 rumah tangga di tahun 2026? itu masih sangat sedikit banget. ada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik, kalau aku benar-benar ingin ngerjakan masalah ini, aku harus mulai dari awal, tapi pemerintah nggak mau, karena mereka lebih fokus pada proyek-proyek lain yang tidak bermanfaat bagi rakyat.
aku ingat saat-saat aku masih kecil, aku masih bisa merasakan ketenangan malam hari tanpa listrik, aku harus istirahat di kamar adem, tapi sekarang, aku senang bisa menikmati listrik di rumah, tapi aku tahu ada banyak orang yang masih tidak punya keberuntungan seperti aku.
aku rasa aku perlu untuk bergabung dengan gerakan-gerakan sosial, karena kalau kita tidak berani mengutuk pemerintah, maka bagaimana kalau kita menantang mereka?
 
Aku rasa nanti gak mungkin bisa 500.000 rumah tangga di tahun 2026, aku pikir itu terlalu ambisius banget. Aku sudah lihat program BPBL sejak awal dan aku yakin kalau masih banyak desa dan dusun yang belum siap untuk menerima listrik. Bahlil lah jangan salah keharusan, harusnya dia sambungkan akses listrik terlebih dahulu di desa-desa dan dusun yang sudah siap. Jika program ini berjalan tidak lancar, aku malah ragu kalau gak ada masalah lain di masa depan.
 
program BPBL ini harus dilakukan dengan baik, tapi gak usah bikin harapan yang terlalu tinggi aja, kita harus tahu sih bahwa 500.000 rumah tangga masih banyak banget, jadi harus ada sistem dan penataan yang pas untuk membuat program ini berjalan lancar 🤔.
 
Gue penasaran kalau di tahun depan kita bisa lihat 500.000 rumah tangga sudah teraliri listrik, tapi gue masih ragu kalau kenyataannya program BPBL ini tidak akan efektif karena keterbatasan anggaran yang seringkali dibebankan kepada dewan. Selain itu, juga perlu diwaspadai kalau ada korupsi atau kekurangan manusia yang tidak kompeten dalam menangani program ini.
 
Gue pikir itu wajar banget nih, kalau kita nggak ada program seperti BPBL, banyak masyarakat kurang mampu masih belum bisa punya listrik. Menteri Bahlil pasti senang sekali kalau dia bisa membantu banyak orang. Tetapi, gue penasaran apa rencana dia cari dana Rp4 triliun itu? Pasti nggak mudhah argo banget biayanya.
 
Aku pikir ini semacam teka-teki... bagaimana caranya program BPBL bisa memperluas akses listrik ke 500.000 rumah tangga kalau masih ada 5.700 desa yang belum teraliri listrik? itu artinya semua desa tersebut akan mendapatkan listrik dalam waktu dekat, kan? dan apa yang mau dibangun dulu, sistem pengiriman listrik yang lebih maju atau sementara-sementara lampu-lampu dan kotak kontak aja? aku jadi pikir ini terlalu cepat...
 
program BPBL itu benar-benar penting, tapi masih banyak hal yang harus diatasi nih 🤔. Pertama, realisasi target 500.000 rumah tangga di tahun 2026 itu terlalu ambisius banget. Apakah benar-benar semua desa dan dusun dapat teraliri listrik? Mungkin perlu ada prioritas nih, mana desa mana yang harus dibantu terlebih dahulu.

Kedua, anggaran Rp4 triliun itu cukup besar, tapi apakah sebenarnya semua dana tersebut akan digunakan efektif? Ada kemungkinan ada dana yang hilang atau tidak terguna nih. Harus diawasi keuangan program ini agar tidak mengecewakan semuanya 🤑.

Dan terakhir, Bahlil itu benar-benar peduli dengan masalah kelistrikan, tapi menteri itu harus berkomunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya lebih baik nih. Jangan cuma cuma bicara aja, harus ada tindakan nyata yang diambil 💡.
 
kembali
Top