Pemerintah setuju menambah target pengajuan sambungan listrik gratis, dari 200.000 rumah menjadi 500.000, di tahun ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengaku ingin meningkatkan akses listrik bagi masyarakat terutama di daerah terpencil. Dihadiri oleh anggota Komisi XII DPR RI, Bahlil berjanji akan melakukan realokasi anggaran untuk mendukung program ini.
Bahlil menjelaskan bahwa target penambahan ini akan membantu memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu. Saat ini masih ada 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik. Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah kelistrikan ini.
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) diberikan kepada rumah tangga dengan 3 titik lampu dan 1 kotak kontak. Pada tahun 2025, program ini dialokasikan anggaran sekitar Rp4 triliun. Dengan demikian, Bahlil berjanji akan melakukan realokasi anggaran untuk mendukung realisasi lonjakan target ini.
Kepemimpinan Bahlil dalam program ini diperlukan agar dapat menyelesaikan masalah listrik bagi masyarakat terutama di daerah terpencil.
Bahlil menjelaskan bahwa target penambahan ini akan membantu memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu. Saat ini masih ada 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik. Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah kelistrikan ini.
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) diberikan kepada rumah tangga dengan 3 titik lampu dan 1 kotak kontak. Pada tahun 2025, program ini dialokasikan anggaran sekitar Rp4 triliun. Dengan demikian, Bahlil berjanji akan melakukan realokasi anggaran untuk mendukung realisasi lonjakan target ini.
Kepemimpinan Bahlil dalam program ini diperlukan agar dapat menyelesaikan masalah listrik bagi masyarakat terutama di daerah terpencil.