Kasus pramugari 'gadungan' di pesawat Batik Air jadi perbincangan berat, berikut cerita dari Khairun Nisa. Pada 6 Januari 2025, ia menumpangi penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta dengan seragam kebaya dan bawahan kain batik seperti pramugari lainnya.
Ia menyadari bahwa ada kesalahpahaman ketika ia mengakui kepada orangtuanya. Ibu khairun Nisa dihubungi oleh penipu yang menjanjikan uang Rp30 atau Rp40 juta untuk membantu Khairun menjadi pramugari Batik Air.
Sekarang ada rekomas bagi masyarakat untuk berhati-hati melawan peran pemuda dan perempuan yang mengenakan seragam kebaya dan bawahan kain batik seperti pramugari Batik Air di bandara.
Ia menyadari bahwa ada kesalahpahaman ketika ia mengakui kepada orangtuanya. Ibu khairun Nisa dihubungi oleh penipu yang menjanjikan uang Rp30 atau Rp40 juta untuk membantu Khairun menjadi pramugari Batik Air.
Sekarang ada rekomas bagi masyarakat untuk berhati-hati melawan peran pemuda dan perempuan yang mengenakan seragam kebaya dan bawahan kain batik seperti pramugari Batik Air di bandara.