Bahas Salat di Mens Rea, FPI akan Polisikan Pandji Pragiwaksono

DPP FPI, Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani melaporkan komika Pandji Pragiwaksono atas materi 'Mens Rea' yang tayang di Netflix. Materi ini membahas salat safar, hal yang menurut Abuya tidak sesuai dengan sunnah dan dinilai merendahkan nilai-nilai salat.

Abuya mengatakan, Pandji akan dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penistaan agama ketika membahas salat. Ia juga menyatakan bahwa FPI akan menjadi garda terdepan untuk memproses hal tersebut dan mengawal prosesnya ke jalur hukum.

Materi 'Mens Rea' yang ditayangkan di Netflix, menurut Abuya, merupakan bentuk pelecehan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyatakan bahwa kritik Pandji terhadap perilaku pemerintah merupakan hal wajar dalam kehidupan bernegara, namun kritik yang dicampur dengan guyonan akan agama menjadi masalah.

Abuya meminta umat Muslim di Tanah Air agar tidak menggunakan agama sebagai bahan tertawaan sebab dapat merugikan serta menyakiti berbagai macam pihak. Ia juga mengimbau kepada semua pelawak atau siapapun umat Islam supaya jangan sampai menjadikan agama sebagai olok-olokan, bahan candaan, karena merugikan diri sendiri baik dunia maupun akhirat.
 
karena nggak pernah lihat material 'Mens Rea' di Netflix, apa aja yang terjadi? siapa Pandji Pragiwaksono? dan apa sih maksud dari 'Mens Rea'? saya kurang paham apa yang salah dengan materi itu...
 
aku rasa ini bikin aku pikir... tentang bagaimana kita bisa berbahasa di dalam komedi tanpa mengejek agama, ya? aku lihat pandji itu kayaknya tidak bermaksud merendahkan nilai-nilai salat, tapi siapa tahu banyak orang yang salah paham. tapi apa yang membuat abuya Ahmad Qurthubi jaelani itu marah? aku pikir aku sendiri pun pernah melakukan hal sama, kayaknya komedi itu nggak ada masalah... tapi kemudian aku ingat, komedi itu kayaknya harus bisa menghibur, bukan mengejek.
 
aku rasa kayaknya Abuya nanti jadi gusar banget kalau orang menonton Netflix, kan? ๐Ÿ˜‚ sih ari bisa dibawa ke pengadilan, tapi apa yang salah dengan kritik Pandji itu? ๐Ÿค” aku pikirnya boleh juga dia bilang sesuatu yang tidak disukai, tapi kalau gak ada jalan lain, mungkin saja Abuya benar dan harus ditanggapi. tapi aku yakin ari kalau umat Islam di Indonesia nanti nggak bisa menonton Netflix lagi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ‘Ž.
 
Wah, ini keren banget nih! Aku penasaran apa yang pasti dikejar oleh Netflix kalau komiknya itu jadi kasus? Apakah mereka harus memutuskan aksi? Tapi aku rasa Pandji nggak salah juga, dia hanya berbicara tentang sesuatu yang pernah dianggap penting. Aku suka aksi drama, tapi ini jadi terlalu serius banget! ๐Ÿค”๐Ÿ“บ
 
Maksud sih apa lagi, siapa yang mengatakan bahwa Netflix harus memuat konten yang hanya sesuai dengan pandangan orang-orang tertentu? Mereka tidak punya hak untuk memfilter apa saja yang ditayangkan di platform tersebut ๐Ÿคฏ. Aku pikir ini sudah menjadi pola di Indonesia, semakin banyak kebijakan yang membatasi kebebasan berbicara, semakin banyak yang merasa nyaman menggunakan agama sebagai alibi untuk menyerang orang lain. Kita jangan terlalu cepat membayangkan diri kita dalam posisi mereka, karena kita juga bisa salah menilai orang lain dan kemudian meminta hak untuk memfilter apa saja yang dianggap tidak sesuai.
 
Hahaha, kira-kira nanti komika Pandji akan dibawa ke pengadilan karena menggosok rambut orang lain ๐Ÿ˜‚. Si FPI udah jadi garda terdepan untuk memproses kasus komika yang bikin 'terlontar' benjolan ๐Ÿ˜…. Aku pikir Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani lebih serius seperti narsis tanpa topi ๐Ÿคฃ, sih. Meninggalkan kesempatan lain buat komika Pandji untuk ngobrol tentang hal lain yang tidak bikin 'tertawa' ๐Ÿ™„.
 
Aku rasa kalau sini terlalu serius, komedi sih buat bikin kita tidak stres aja, kayaknya bisa ada komentar yang wajar, tapi gak perlu terlalu keras. Aku pikir Pandji sudah berusaha untuk membahas topik yang penting dengan cara yang bijak, dan kalau Abuya khawatir, sih bisa saja ada komentar yang lebih sopan tentang isu tersebut di media sosial aja ๐Ÿ˜Š. Gak perlu bawa FPI, kan? ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ
 
gabungin agama dengan humor aja kalau mau ngomong tentang itu ya, tapi harus ada batasnya, kan? sih, materinya sange bikin perasaan tidak nyaman, tapi aku punya ide juga bisa dijadikan kegiatan DIY, seperti buat komik sendiri yang nggak bising dan menghormati banyak budaya.
 
hehe, apakah kamu tahu kalau aku suka makan es teler di Malang? kananya selalu seru dan enak banget! tapi, apa yang aku lihat di komentar tentang FPI itu, gampangnya mereka terlalu keras, dong? manusia tidak boleh dipaksa untuk benar-benar mengikuti apa pun kepercayaan mereka, tapi bisa saja salat safar tidak sama dengan hal lain. dan siapa yang bilang bahwa kritik Pandji terhadap pemerintah itu salah? kita harus bisa berbicara tentang hal-hal yang penting tanpa harus menyinggung perasaan orang lain ๐Ÿ˜‚
 
Hmm mungkin kalau nggak ada komik sih yang bikin orang ngeluh, tapi sih kalau ada komik yang mengenai isu agama pasti nggak enak dipandang ๐Ÿ˜Š. Kalau sih ingin bikin kontroversi, toh nggak salah kok. Tapi apa sih kunci dari itu? Apakah kita harus selalu memaksakan ide kita ke lain orang? ๐Ÿค”. Dari sisi hukum juga sih nggak ada yang jelas, kalau sih ada komik yang bikin orang terkesan tidak enak, toh mungkin harus dilaporkan. Tapi sih, apa sih yang diharapkan dari itu? Apakah kita ingin semua komik harus dilarang karena takut membuat kesal pada orang lain? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Mungkin kita harus lebih bijak dalam memandang hal ini dan tidak terlalu serius ya ๐Ÿ˜Š.
 
Ooii, aku pikir kalau Pandji bisa membicarakan hal-hal yang sederhana seperti salat nanti gak apa-apa, tapi Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani sih terlalu cepat untuk melaporkannya ke polisi! ๐Ÿค” Aku rasa FPI justru harus fokus buat masalah-masalah yang sebenarnya ada di masyarakat, bukan gini-gini yang sederhana. Dan aku juga rasa Abuya sih terlalu sensitif, kan nggak punya hak untuk membicarakan apa-apa? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Aku pikir kalo Pandji hanya ingin ngobrol tentang salat nanti gak ada masalah, tapi Abuya justru memasukkannya ke jalur hukum! ๐Ÿ˜’
 
Sangat paham kalau komedi bisa menjadi bagian dari bentuk kritik, tapi harus jangan sampai dijadikan alasan untuk menyerang orang lain dengan cara yang tidak sopan ๐Ÿค”. Jika Pandji benar-benar ingin membuat kritik, sebaiknya dia lebih fokus pada isu-isu lain yang lebih serius daripada masalah agama. Saya pikir FPI juga harus lebih bijak dalam mengatasi hal ini, bukan hanya memprosesnya melalui jalur hukum saja, tapi juga harus mencoba untuk memahami perspektif orang lain ๐Ÿค.
 
Gue pikir Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani kayaknya terlalu serius banget. Kita harus bisa berbeda pendapat sih, tapi tidak perlu melaporkan orang lain ke polisi karena bermacam macam komentar. Gue rasa gak perlu agama itu dipaksa di dalam konten komedi, tapi kalau aja ada yang merasa terkesan, gak usah banget menuduh si komedian itu penista agama.
 
Maksudnya apa lagi kayaknya ini? Si Pandji bisa dibawa ke pengadilan atas komiknya? Nanti siapa nih yang akan dipenjara, si comikernya atau si netizen yang bilang kayaknya?

Pandji jelas-jelas sudah membuat kontroversi, tapi itu bagus juga. Membuat orang-orang terbanyak bicara dan tertawa. Tapi apa salahnya kalau Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani gak bisa menelan kekecewannya? Kalo tidak ada komedi, siapa nih yang akan menghibur?

FPI ini kayaknya jadi "guardian angel" dari agama juga? Siapa bilang FPI nggak already jago dalam hal ini? Biar-biar mereka kayaknya untuk menjaga agama, tapi sebenarnya hanya ingin menutup mulut siapa pun yang bicara tentang topik yang mereka anggap tidak pantas.
 
Pagi punya temen-temen, aku rasa giliran kita harus berbicara tentang kontroversi yang sedang melanda komedian Pandji Pragiwaksono. Aku pikir sih kalau Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani terlalu serius sama dengan ini, tapi aku juga paham bahwa salat itu penting bagi umat Islam.

Aku pikir PDPI (FPI) yang melaporkan ke komedian itu sebenarnya tidak perlu, karena kritik Pandji terhadap perilaku pemerintah jadi bagian dari kebebasan bernegara. Tapi kalau kita sibuk ngeliat-elingit tentang hal ini, aku rasa kita lewatkan yang penting ya ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Aku juga setuju dengan Abuya bahwa agama tidak boleh digunakan sebagai bahan tertawaan, tapi aku pikir kita bisa berbicara tentang isu-isu lain seperti korupsi atau ekonomi tanpa harus ngeliat-elingit. Kita bisa fokus pada hal-hal yang penting ya ๐Ÿ’ก.
 
Ooik, apa lagi kisah ini? FPI dan Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani, siapa lagi yang selalu ngerembug komika Pandji Pragiwaksono kayak gini. Tapi, kenapa harus begitu serius? Boleh juga dipikirkan dari sisi humor, nggak? Komedi bukannya cara mengekspresikan diri yang bebas dan jujur, kan?

Saya rasa yang salah adalah Abuya sendiri, kayaknya terlalu serius dengan agama. Agama itu bukan benda yang bisa dipaksa orang lain untuk setuju atau tidak. Kalau kita jadi begitu, kayaknya sudah terlalu keterpisahan antara umat Islam dan non-Muslim. Saya pikir komedi kayak Pandji Pragiwaksono itu justru cara untuk membantu umat Islam mengerti bahwa agama itu bukan benda yang bisa dipaksa atau dikontrol.

Tapi, saya juga paham kalau ada yang merasa terluka karena dianggap ngomong agama kayak komedi. Ya, saya setuju dengan Abuya, kita jangan memaksa agama itu menjadi bahan tertawaan atau mengancam. Yang perlu adalah kita bisa saling menghormati dan tidak berubah wajah jika ada yang ngomong sesuatu yang bikin kita merasa tidak nyaman.
 
kira-kira apa yang diharapkan Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani sih... kan materi 'Mens Rea' itu sapa tahu sih bawa konotasi yang positif buat umat Islam? abuypaksa gini aja, FPI harus menjadi garda terdepan, tapi apa maksudnya sih? kalau kritik menurut Pandji itu wajar, tapi apakah FPI harus berlari balik semua kritik di media sosial, kan itu tidak adil?
 
Materi yang ditayangkan di Netflix itu apa sih? Boleh dipertanyakan apakah benar-benar tidak ada konteks atau penjelasan yang lebih mendalam tentang 'Mens Rea'? Jangan terlalu cepat menganggap komedi sebagai pelecehan agama. Sumbernya apa? Apakah hanya seseorang tanpa pendidikan formal yang memutuskan bahwa komedian itu menista agama? Kita harus bijak dalam menilai hal ini, tidak boleh membuat keputusan cepat tanpa mempertimbangkan semua faktor.
 
kembali
Top