Pencarian Korban Penumpangan Pesawat ATR 42-500 Terus Digelintir Dengan Tekanan Tertinggi, Fokus Utama Pada Selamatnya Korban
Minggu lalu, serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan di puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Serpihan tersebut terdeteksi pada pagi minggu sekitar pukul 08.02 Wita.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan bahwa tim pencarian dan pertolongan gabungan berhasil menemukan serpihan yang diyakini sebagai badan pesawat, ekor, dan jendela. Setelah ini, operasi SAR fokus pada pencarian korban.
"Tim rescue telah diturunkan melalui jalur udara untuk mempercepat pencarian di area yang sulit dijangkau," kata Anwar. "Yang kami utamakan adalah pencarian korban. Mudah-mudahan masih ada yang bisa dievakuasi dalam kondisi selamat."
Operasi SAR dilakukan dengan pembagian satuan tugas darat dan udara, dengan total personel gabungan mencapai sekitar 1.200 orang. Tim AJU kemudian dikerahkan menuju titik badan pesawat, namun medan yang terjal membuat keselamatan personel menjadi perhatian utama.
"Operasi dimulai sejak pukul 06.15 Wita," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan. "Sekitar pukul 07.46 Wita, kru helikopter melaporkan terlihat serpihan kecil berupa jendela pesawat."
Basarnas berencana mengevakuasi serpihan melalui jalur pendakian yang dinilai lebih aman meski jaraknya lebih jauh. Namun, operasi SAR masih berlangsung dengan fokus utama pada pencarian korban di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Sementara itu, tim rescue tetap melakukan operasi di medan yang terjal untuk mencari tanda-tanda korban. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan bahwa penumpangan pesawat ATR 42-500 tersebut memiliki kapasitas 48 orang, namun masih tidak ada kabar tentang jumlah korban yang terdampak oleh kecelakaan itu.
Operasi SAR akan terus dilakukan dengan tekad untuk menyelamatkan korban yang selamat.
Minggu lalu, serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan di puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Serpihan tersebut terdeteksi pada pagi minggu sekitar pukul 08.02 Wita.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan bahwa tim pencarian dan pertolongan gabungan berhasil menemukan serpihan yang diyakini sebagai badan pesawat, ekor, dan jendela. Setelah ini, operasi SAR fokus pada pencarian korban.
"Tim rescue telah diturunkan melalui jalur udara untuk mempercepat pencarian di area yang sulit dijangkau," kata Anwar. "Yang kami utamakan adalah pencarian korban. Mudah-mudahan masih ada yang bisa dievakuasi dalam kondisi selamat."
Operasi SAR dilakukan dengan pembagian satuan tugas darat dan udara, dengan total personel gabungan mencapai sekitar 1.200 orang. Tim AJU kemudian dikerahkan menuju titik badan pesawat, namun medan yang terjal membuat keselamatan personel menjadi perhatian utama.
"Operasi dimulai sejak pukul 06.15 Wita," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan. "Sekitar pukul 07.46 Wita, kru helikopter melaporkan terlihat serpihan kecil berupa jendela pesawat."
Basarnas berencana mengevakuasi serpihan melalui jalur pendakian yang dinilai lebih aman meski jaraknya lebih jauh. Namun, operasi SAR masih berlangsung dengan fokus utama pada pencarian korban di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Sementara itu, tim rescue tetap melakukan operasi di medan yang terjal untuk mencari tanda-tanda korban. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan bahwa penumpangan pesawat ATR 42-500 tersebut memiliki kapasitas 48 orang, namun masih tidak ada kabar tentang jumlah korban yang terdampak oleh kecelakaan itu.
Operasi SAR akan terus dilakukan dengan tekad untuk menyelamatkan korban yang selamat.