Uni Eropa memasukkan Garda Revolusi Iran ke dalam daftar teroris, jadi apa artinya?
Langkah keras ini diambil oleh Uni Eropa sebagai respons atas tindakan keras pemerintah Teheran yang merenggut ribuan nyawa pengunjuk rasa dalam beberapa pekan terakhir. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut situasi di Iran sebagai "penindasan paling kejam dalam sejarah modern Iran" dan menegaskan bahwa tidak boleh ada kekebalan hukum atas kejahatan yang dilakukan.
Gardu Revolusi Iran, yang merupakan kekuatan militer, ekonomi, dan politik utama di negara tersebut, sejajar dengan kelompok radikal seperti al-Qaeda dan ISIS. Diplomat tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa tindakan represif yang dilakukan oleh rezim Iran tidak akan dibiarkan begitu saja oleh komunitas internasional.
"Represi tidak bisa dibiarkan tanpa jawaban," tegas Kaja Kallas. Ia juga menambahkan melalui media sosialnya bahwa "rezim mana pun yang membunuh ribuan rakyatnya sendiri sedang menuju kehancurannya sendiri."
Langkah ini menandai perubahan arah kebijakan besar, terutama dari Prancis yang sebelumnya ragu karena khawatir akan memutus total hubungan diplomatik. Menurut Kallas, tidak boleh ada kekebalan hukum atas kejahatan yang dilakukan oleh rezim Iran.
"Kita harus bekerja sama untuk mencegah perang total di wilayah kami," ujarnya.
Namun, Teheran bereaksi keras atas langkah tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keputusan Uni Eropa dan menyebutnya sebagai sebuah "aksi cari panggung" dan "kesalahan strategis besar".
"Amerika Serikat sedang memperburuk situasi di kawasan kami," ujar Araghchi.
Di saat yang sama, ancaman militer nyata muncul dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa armada besar tengah bergerak cepat menuju Iran dengan "kekuatan, antusiasme, dan tujuan besar".
"Kita harus segera merundingkan kesepakatan nuklir dengan Iran," katanya, seraya mengancam serangan yang lebih buruk daripada serangan AS tahun lalu jika kesepakatan tidak tercapai.
Dengan demikian, situasi di Timur Tengah semakin panas dan kompleks. Bagaimana akan hasilnya?
Langkah keras ini diambil oleh Uni Eropa sebagai respons atas tindakan keras pemerintah Teheran yang merenggut ribuan nyawa pengunjuk rasa dalam beberapa pekan terakhir. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut situasi di Iran sebagai "penindasan paling kejam dalam sejarah modern Iran" dan menegaskan bahwa tidak boleh ada kekebalan hukum atas kejahatan yang dilakukan.
Gardu Revolusi Iran, yang merupakan kekuatan militer, ekonomi, dan politik utama di negara tersebut, sejajar dengan kelompok radikal seperti al-Qaeda dan ISIS. Diplomat tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa tindakan represif yang dilakukan oleh rezim Iran tidak akan dibiarkan begitu saja oleh komunitas internasional.
"Represi tidak bisa dibiarkan tanpa jawaban," tegas Kaja Kallas. Ia juga menambahkan melalui media sosialnya bahwa "rezim mana pun yang membunuh ribuan rakyatnya sendiri sedang menuju kehancurannya sendiri."
Langkah ini menandai perubahan arah kebijakan besar, terutama dari Prancis yang sebelumnya ragu karena khawatir akan memutus total hubungan diplomatik. Menurut Kallas, tidak boleh ada kekebalan hukum atas kejahatan yang dilakukan oleh rezim Iran.
"Kita harus bekerja sama untuk mencegah perang total di wilayah kami," ujarnya.
Namun, Teheran bereaksi keras atas langkah tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keputusan Uni Eropa dan menyebutnya sebagai sebuah "aksi cari panggung" dan "kesalahan strategis besar".
"Amerika Serikat sedang memperburuk situasi di kawasan kami," ujar Araghchi.
Di saat yang sama, ancaman militer nyata muncul dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa armada besar tengah bergerak cepat menuju Iran dengan "kekuatan, antusiasme, dan tujuan besar".
"Kita harus segera merundingkan kesepakatan nuklir dengan Iran," katanya, seraya mengancam serangan yang lebih buruk daripada serangan AS tahun lalu jika kesepakatan tidak tercapai.
Dengan demikian, situasi di Timur Tengah semakin panas dan kompleks. Bagaimana akan hasilnya?