Investor asing melanjutkan aksi jual bersih di pasar modal Tanah Air, dengan total net sell Rp 4,44 triliun dalam perdagangan Kamis (29/1/2026). Aksi jual ini masih didominasi oleh Bank Central Asia (BBCA), yang mencatat net foreign sell Rp 2,06 triliun di seluruh pasar.
Saham BBCA hari ini menjadi saham yang paling ramai ditransaksikan oleh investor, dengan nilai mencapai Rp 20 triliun atau lebih dari seperempat total transaksi IHSG. Kondisi ini memperparah aksi jual investor asing di BBCA, yang telah mencapai Rp 8,09 triliun dalam pekan ini.
Investor asing juga melanjutkan aksi jual saham Bank Mandiri (BMRI), dengan total net foreign sell Rp 853 miliar. Selain itu, saham Bumi Resources (BUMI) dan Aneka Tambang (ANTM) juga menjadi target aksi jual asing, dengan nilai mencapai Rp 802 dan Rp 569 miliar, respectivley.
Pengamatan ini dilakukan oleh Stockbit, yang menunjukkan bahwa investor asing terus memantau pasar modal Tanah Air. Dalam perdagangan hari ini, IHSG memangkas signifikan dengan penurunan 88,35 poin atau melemah 1,06% ke level 8.223,20.
Jumlah saham yang transaksi hari ini mencapai Rp 68,18 triliun, melibatkan 99,11 miliar saham dalam 4,93 juta kali transaksi.
Saham BBCA hari ini menjadi saham yang paling ramai ditransaksikan oleh investor, dengan nilai mencapai Rp 20 triliun atau lebih dari seperempat total transaksi IHSG. Kondisi ini memperparah aksi jual investor asing di BBCA, yang telah mencapai Rp 8,09 triliun dalam pekan ini.
Investor asing juga melanjutkan aksi jual saham Bank Mandiri (BMRI), dengan total net foreign sell Rp 853 miliar. Selain itu, saham Bumi Resources (BUMI) dan Aneka Tambang (ANTM) juga menjadi target aksi jual asing, dengan nilai mencapai Rp 802 dan Rp 569 miliar, respectivley.
Pengamatan ini dilakukan oleh Stockbit, yang menunjukkan bahwa investor asing terus memantau pasar modal Tanah Air. Dalam perdagangan hari ini, IHSG memangkas signifikan dengan penurunan 88,35 poin atau melemah 1,06% ke level 8.223,20.
Jumlah saham yang transaksi hari ini mencapai Rp 68,18 triliun, melibatkan 99,11 miliar saham dalam 4,93 juta kali transaksi.