AS Perketat Pengawasan Alih Senjata dari Pembeli ke Pihak Ketiga
Presiden AS Donald Trump telah menyebutkan dalam perintah eksekutif yang diumumkan Jumat lalu bahwa Amerika Serikat akan memperketat pengawasan terhadap alih kepemilikan senjata buatan AS dari pembeli ke pihak ketiga. Langkah ini diambil untuk meningkatkan upaya berbagi informasi dan efisiensi dalam memastikan sekutu dan mitra Amerika Serikat mematuhi persyaratan, serta mengurangi risiko pengalihan.
Menurut perintah tersebut, dalam waktu 90 hari sejak kebijakan tersebut berlaku, menteri pertahanan dan menteri luar negeri diminta menyusun kriteria tegas untuk menetapkan jenis senjata, platform, atau kapabilitas yang perlu diawasi penggunaan akhirnya secara lebih ketat. Menteri perdagangan juga akan bekerja sama dengan mereka dalam membentuk kelompok koordinasi untuk melacak penggunaan akhir ekspor senjata AS dan meningkatkan efisiensi antarkementerian.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan upaya berbagi informasi dan efisiensi dalam memastikan sekutu dan mitra Amerika Serikat mematuhi persyaratan, serta mengurangi risiko pengalihan. Penjualan senjata AS ke negara lain juga harus mendorong inovasi, mendukung perusahaan pertahanan baru, memprioritaskan prinsip America First, serta memanfaatkan pembelian asing untuk reindustrialisasi dan perluasan pabrik di Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump telah menyebutkan dalam perintah eksekutif yang diumumkan Jumat lalu bahwa Amerika Serikat akan memperketat pengawasan terhadap alih kepemilikan senjata buatan AS dari pembeli ke pihak ketiga. Langkah ini diambil untuk meningkatkan upaya berbagi informasi dan efisiensi dalam memastikan sekutu dan mitra Amerika Serikat mematuhi persyaratan, serta mengurangi risiko pengalihan.
Menurut perintah tersebut, dalam waktu 90 hari sejak kebijakan tersebut berlaku, menteri pertahanan dan menteri luar negeri diminta menyusun kriteria tegas untuk menetapkan jenis senjata, platform, atau kapabilitas yang perlu diawasi penggunaan akhirnya secara lebih ketat. Menteri perdagangan juga akan bekerja sama dengan mereka dalam membentuk kelompok koordinasi untuk melacak penggunaan akhir ekspor senjata AS dan meningkatkan efisiensi antarkementerian.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan upaya berbagi informasi dan efisiensi dalam memastikan sekutu dan mitra Amerika Serikat mematuhi persyaratan, serta mengurangi risiko pengalihan. Penjualan senjata AS ke negara lain juga harus mendorong inovasi, mendukung perusahaan pertahanan baru, memprioritaskan prinsip America First, serta memanfaatkan pembelian asing untuk reindustrialisasi dan perluasan pabrik di Amerika Serikat.