Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengerahkan armada besar ke wilayah Teluk, menambahkan tekanan pada hubungan yang sedang tegang dengan Iran. Menurut Presiden AS Donald Trump, pihaknya akan menjaga situasi di Iran dan siap berjaga-jaga. Armada perang ini termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali.
Kementrian Luar Negeri Iran tidak mau melepaskan pernyataan bahwa Iran siap melawan AS jika diserang dengan serangan militer. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa armada perang ini akan menjadi konflik berkepanjangan dan dapat melanda wilayah yang lebih luas.
Sementara itu, unjuk rasa di Iran terus bertambah, mengakibatkan korban kematian sebanyak 5.000 orang, termasuk 500 aparat keamanan. Namun, jumlah korban hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.
Kementrian Luar Negeri Iran tidak mau melepaskan pernyataan bahwa Iran siap melawan AS jika diserang dengan serangan militer. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa armada perang ini akan menjadi konflik berkepanjangan dan dapat melanda wilayah yang lebih luas.
Sementara itu, unjuk rasa di Iran terus bertambah, mengakibatkan korban kematian sebanyak 5.000 orang, termasuk 500 aparat keamanan. Namun, jumlah korban hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.