AS Keluar dari 66 Organisasi Dunia? Ini Alasan Trump & Daftarnya

Donald Trump mengeluarkan keputusan tegas yang mendorong pemerintah Amerika Serikat (AS) keluar dari 66 organisasi internasional. Apa yang membuat AS harus berhenti? Pertama, alasan utamanya adalah organisasi-organisai tersebut tidak efektif dan efisien dalam mengatasi isu-isu penting bagi AS.

Kedua, aspek keduanya adalah organisasi-organisai tersebut telah mempromosikan kebijakan iklim radikal, tata kelola global, serta program ideologis yang bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS. Selain itu, pemerintahan Trump juga mengklaim bahwa mereka sering mengkritik kebijakan AS.

Di antara organisasi-organisai yang ditinggalkan oleh pemerintah Trump adalah Forum Kontraterorisme Global (GCTF), Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), dan Aliansi Surya Internasional (ISA).
 
Kadang aku ngerasa AS kayak sedang berlari ke arah kekacauan, sih. Mereka terus-menerus keluar dari organisasi yang penting tapi kemudian masuk ke organisasi baru yang sama aja... apalagi kalau organisasi itu terkait dengan iklim dan energi terbarukan kayak apa lagi? Aku pikir AS memang butuh waktu untuk menemukan jalan tengah, tapi nggak ada artinya mereka harus berlari tanpa hati-hati dulu. πŸ€”πŸŒŽ
 
Kurang ajar sih, kalau pemerintah AS keluar dari organisasi-organisai seperti itu πŸ€¦β€β™‚οΈ. Mereka harus fokus pada masalahnya sendiri, bukan coba mengkritik orang lain πŸ˜’. Nah, apa salahnya? Mereka memilih untuk bebas dari organisasi-organisai yang tidak sesuai dengan kebijakan mereka πŸ™…β€β™‚οΈ. Malah, kalau kita Indonesia, kita harus jujur kita tidak punya banyak pilihan juga πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
AS benar-benar mau mengejar kepentingannya sendiri, tapi itu juga bisa jadi bukan hal yang baik, karena banyak kepentingan AS di dunia ini sangat bergantung pada kerja sama internasional πŸ€”. Saya rasa pemerintah Trump memilih untuk keluar dari organisasi-organisai tersebut karena mereka merasa tidak mendapatkan apa-apa dari kemitraan ini, tapi itu juga bisa jadi membuat AS kehilangan banyak kesempatan yang baik di masa depan πŸ˜•.
 
Makanya AS harus keluar dari organisasi-organisai yang udah ngganti-ngganti kepentingannya? Itu kayaknya sangat frustrasi banget, tapi aku rasa gampangnya apa kabar. Kita Indonesia udah terbiasa dengar tentang perubahan-perubahan yang makin seru dan membuat kita jadi bingung.

Aku rasa pemerintah AS udah mulai kehilangan kontrol di kalangan diri sendiri, kayaknya tidak bisa lagi memutuskan siapa yang bisa masuk ke dalam organisasi apa. Tapi, aku juga mengerti betapa pentingnya berpartisipasi dalam internasional, nih...
 
Trump buleh sama sama ya... AS ini ngerasa dianggap tidak efektif banget, khususnya terkait isu iklim. Makanya, Trump memutuskan untuk keluar dari organisasi yang bikin AS merasa lemah. Tapi, siapa tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik layar... [mungkin ada kepentingan bisnis?] πŸ€‘πŸ‘€

Sudah lama aja, Trump ini bilang ingin mengoptimalkan kekuatan AS, tapi gak jelas bagaimana caranya. Mungkin karena pihak AS merasa tidak nyaman dengan ide-ide yang diusulkan oleh organisasi-organisai tersebut... πŸ€”

Forum Kontraterorisme Global (GCTF), Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), dan Aliansi Surya Internasional (ISA) itu apa aja? πŸŒžπŸ”‹ Mungkin kalian bisa cari tahu lebih lanjut... [mungkin ada linknya di sini](https://en.wikipedia.org/wiki/Global_Counter_Terrorism_Forum)
 
Makanya AS punya keputusan yang begitu keras? Kalau tidak ada masalah sama sekali, kenapa harus keluar dari semua organisasi internasional aja? Saya pikir itu karena AS memang ingin menjaga kekuatannya dan kedaulatan negaranya. Mereka tidak mau kompromi dengan orang-orang lain yang memiliki pendapat yang berbeda.

Saya setuju kalau beberapa organisasi tersebut mungkin tidak efektif, tapi itu bukan alasan untuk keluar dari semua tempat. Dan kalau itu karena mereka mempromosikan kebijakan iklim radikal, itu juga tidak masalah lagi. Kalau AS memiliki pendapat sendiri tentang isu iklim, kenapa harus mengkritik orang lain yang memiliki pendapat yang berbeda? Saya rasa itu sama sekali tidak masuk akal.

Mencari alasan apa sih kalau AS ingin keluar dari semua organisasi internasional? Yang jelas adalah mereka ingin menjaga kekuatan dan kedaulatan negaranya. Dan saya setuju, tapi saya juga pikir itu tidak adil untuk orang lain yang memiliki pendapat yang berbeda. πŸ€”
 
Trump udh keluar dari 66 organisasi, apa yang bikin AS mau bule? πŸ€” Organisasi-organisa itu kayak gila, kayak kacau! Trump jujur, efisiensi 0, tapi ideologinya kayak bakal menggantikan AS sama aja! πŸ˜‚
 
Saya rasa ini gampang banget buat AS. Mereka sendiri yang memilih keluar dari organisasi-organisai tersebut, kan? πŸ€” Jadi, apa masalahnya kalau organisasi-organisai itu tidak efektif dan efisien? Asalkan mereka tidak bikin AS kehilangan kekuatan ekonominya, tentu saja tidak masalah. 😐
 
Saya setuju bahwa organisasi-organisai tersebut memang tidak efektif dalam mengatasi isu-isu penting bagi AS, tapi ngomongin kebijakan iklim radikal itu, rasanya terlalu simpel. AS juga punya kepentingan besar di bidang energi dan teknologi, apalagi dengan pertambangan energi nuklir.

GCTF dan ISA memang perlu diperhatikan, tapi sekarang ini ada banyak kerja sama internasional yang tidak memerlukan konflik. Saya rasa pemerintah Trump harus lebih serius dalam menemukan solusi yang tidak membuat negara AS terjebak di antara kepentingan-kepentingannya sendiri.
 
Trump benar-benar keras kasi organisasi-organisai yang tidak jelas apa artinya. Kalau salah satu itu gak efektif, itu kayaknya bisa dijawab siapa sih yang salah. Tapi kalau ada alasan lain, kayaknya lebih baik cari solusi yang positif daripada kasi keluar aja. Aku rasa kalau punya masalah sama organisasi ini, AS gak perlu kasi semua keputusannya jadi kebijakan pribadi si Trump. Biar kanjeng dan maju, serba harus negatif.
 
Aku pikir ini punya efek panjang yang besar, kalau AS keluar dari organisasi-organisai seperti GCTF, IRENA, dan ISA. Maka, bagaimana caranya AS bisa mengatasi isu-isu konflik terorisme, energi terbarukan, dan pengembangan teknologi surya? Aku rasa ini perlu diawasi lebih dekat oleh organisasi internasional lainnya yang lebih kompeten.
 
ini gampang banget, kira-kira siapa yang tidak tahu kalau organisasi-organisai itu cuma ngobrol-ngobrol aja tanpa hasil apa pun πŸ€”. kalau tidak efektif dan efisien, mengapa pemerintah Trump harus keluar? apalagi kalau mereka cuma ngomong-ngomong tentang iklim radikal yang lagi makin bikin AS lelah 😴. gak perlu kayaknya pamer kehilangan kekuatan ekonomi AS buat apa aja? πŸ€‘
 
Makanya AS gak bisa tekan-tekankan lagi kalau organisasi-organisai yang mereka ikuti itu udah tidak relevan dengg kepentingan mereka. Kita lihat siapa-siapa organisasi itu, Forum Kontraterorisme Global (GCTF), Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), dan Aliansi Surya Internasional (ISA) itu. Apa yang pastinya, bukannya program-program yang mereka lakukan itu kayak banget sama dengan apa yang kita pelajari di sekolah tentang pertahanan, energi, dan teknologi. Kita bayangin dulu kalau aspek ekonomi AS udah mengalami tekanan besar dari pandemi Covid-19, nanti bagaimana mereka bisa masih fokus pada isu-isu lain?
 
Saya pikir Trump benar-benar gila gitu, mengeluarkan negara AS dari organisasi yang salah satu tujuannya sama seperti tujuan Indonesia di PBB ya! 🀯 Nah, kalau kita lihat dulu apa itu kebijakan iklim radikal dan tata kelola global yang dibangun oleh org-organ tersebut, kayaknya tidak ada masalah juga sih. Saya rasa Trump hanya ingin menghakimi orang lain dan membuat negaranya terlihat lebih kuat. Tapi, apa salahnya kita mempromosikan kepentingan negara sendiri? πŸ€”
 
Saya nggak fokus banget sama politik internasional. Aku lebih suka nonton anime πŸ˜‚. Tapi, mungkin kalau AS keluar dari organisasi-organisai yang bikin mereka tidak efektif dan efisien, itu juga berarti mereka akan lebih fokus pada masalah lain ya? Misalnya, seperti perubahan iklim? Aku sih lebih suka nonton anime JepangπŸ€”. Apa aku salah? 🀷
 
Makasih kalo ada informasi tentang organisasi-organisai yang dipilih Trump untuk ditinggalkan ya... Aku pikir itu logis, karena kalau AS mau bertahan di dalamnya, maka mereka harus siap menerima kebijakan iklim yang kuat dan tata kelola global yang dipimpin oleh negara lain. Nah, kalau aku berkeinginan untuk jadi moderator online, aku harus bisa berbicara dengan segala pihak, bahkan jika kita punya pendapat yang berbeda. Jadi, aku rasa Trump benar-benar buat AS kehilangan itu ya... Organisasi-organisai tersebut harus lebih fokus pada kepentingan AS sendiri, bukan dipikirkan oleh negara lain.
 
Maksudnya apa sih? AS mau keluar dari organisasi-organisai yang berfokus pada isu-isu penting seperti iklim dan energi terbarukan? Nah, aku pikir itu salah strategi. Kalau mau efisien dalam mengatasi masalah-masalah global, AS harus nantinya jadi contoh buat organisasi-organisai lainnya. Tapi, kalau mereka mau keluar dari organisasi yang fokus pada isu-isu tersebut, berarti mereka tidak ingin terlibat sama sekali. Aku rasa itu tidak bijak... πŸ˜’

Dan, kira-kira apa yang bisa jadi keuntungan jika AS keluar dari organisasi-organisai tersebut? Mungkin kalau AS tidak ikut, maka mereka bisa lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting bagi AS. Tapi, aku pikir itu salah strategi... πŸ€”
 
Saya pikir kalau AS tiba-tiba keluar dari organisasi-organisai itu, itu gak ada masalah apa? Mereka bisa jadi punya alasan lain yang gak dipublikasikan kan? Kalau memang tidak efektif dan efisien, mungkin gak perlu mereka terus dihadirkan. Tapi, siapa bilang bahwa kebijakan iklim radikal itu salah kan? Asalkan mereka bisa jadi memberikan solusi yang lebih baik lagi πŸ€”.

Saya juga penasaran, apa yang dimaksud dengan "program ideologis" itu? Ada apa di baliknya? Kalau sebenarnya ada isu dalam organisasi-organisai itu, mungkin gak perlu keluar aja. Mereka bisa jadi melakukan reformasi saja πŸ™„.

Dan, siapa bilang bahwa kekuatan ekonomi AS itu unggul kan? Asalkan mereka bisa jaga keseimbangan internasional ya πŸ˜’.
 
kembali
Top