AS dan Iran berunding soal nuklir di Oman, apa saja yang dibahas?
Pertemuan diplomatik antara AS dan Iran terkait nuklir akan terjadi di Muscat, Oman pada Jumat (6/2/2026) mendatang. Perundingan ini dilaporkan telah disepakati oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi beberapa hari yang lalu.
Menurut sumber-sumber, inti pembahasan dalam perundingan AS-Iran terkait nuklir adalah tentang pembatasan signifikan bagi Iran untuk memperkaya uranium. Selain itu, perundingan ini juga akan membahas pembatasan rudal balistik dan persenjataan Iran serta sekutunya di kawasan Teluk.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebutkan bahwa Washington berharap dapat membahas sejumlah masalah di luar program nuklir Iran. Hal ini termasuk diskusi terkait rudal balistik, dukungan jaringan proksi, dan "perlakuan terhadap rakyat mereka sendiri".
Perundingan terkait nuklir antara Iran dan AS sebenarnya telah berlangsung pada Juni 2025 lalu. Namun, kala itu perundingan dihentikan karena Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Setelah itu, AS sempat bergabung dalam Perang 12 Hari Israel vs Iran itu, membom beberapa situs nuklir Iran.
Gelombang protes masyarakat sipil meluas secara nasional sejak Desember 2025 setelah nilai mata uang Iran hancur lebur. Otoritas Iran kemudian merespons gelombang protes itu dengan kekerasan eksesif, membuat ribuan warga Iran terbunuh.
Sekarang, armada perang AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln bersiaga di suatu tempat di Laut Arab. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik bersenjata Iran-AS yang diperkirakan bakal mengguncang kawasan Teluk.
Dengan demikian, perundingan AS-Iran terkait nuklir di Oman semoga dapat membawa dampak positif bagi kedua negara dan menjaga kestabilan di wilayah tersebut.
Pertemuan diplomatik antara AS dan Iran terkait nuklir akan terjadi di Muscat, Oman pada Jumat (6/2/2026) mendatang. Perundingan ini dilaporkan telah disepakati oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi beberapa hari yang lalu.
Menurut sumber-sumber, inti pembahasan dalam perundingan AS-Iran terkait nuklir adalah tentang pembatasan signifikan bagi Iran untuk memperkaya uranium. Selain itu, perundingan ini juga akan membahas pembatasan rudal balistik dan persenjataan Iran serta sekutunya di kawasan Teluk.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebutkan bahwa Washington berharap dapat membahas sejumlah masalah di luar program nuklir Iran. Hal ini termasuk diskusi terkait rudal balistik, dukungan jaringan proksi, dan "perlakuan terhadap rakyat mereka sendiri".
Perundingan terkait nuklir antara Iran dan AS sebenarnya telah berlangsung pada Juni 2025 lalu. Namun, kala itu perundingan dihentikan karena Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Setelah itu, AS sempat bergabung dalam Perang 12 Hari Israel vs Iran itu, membom beberapa situs nuklir Iran.
Gelombang protes masyarakat sipil meluas secara nasional sejak Desember 2025 setelah nilai mata uang Iran hancur lebur. Otoritas Iran kemudian merespons gelombang protes itu dengan kekerasan eksesif, membuat ribuan warga Iran terbunuh.
Sekarang, armada perang AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln bersiaga di suatu tempat di Laut Arab. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik bersenjata Iran-AS yang diperkirakan bakal mengguncang kawasan Teluk.
Dengan demikian, perundingan AS-Iran terkait nuklir di Oman semoga dapat membawa dampak positif bagi kedua negara dan menjaga kestabilan di wilayah tersebut.