AS dan Iran Berunding di Oman, Kapan Aja?
Perundingan nuklir AS dan Iran yang dilakukan oleh Qatar, Turki, dan Mesir ini ditujukan untuk membahas kembali pembatasan signifikan bagi Iran untuk memperkaya uranium. Konflik ini terjadi setelah serangan Israel melawan Iran pada bulan Juni 2025 lalu.
Menurut sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya, perundingan AS dan Iran di Muscat, Oman, akan membahas beberapa masalah seperti rudal balistik dan persenjataan Iran serta sekutunya di kawasan Teluk. Hal ini terjadi setelah sebelumnya perundingan ini mengalami penundaan karena Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah mengkonfirmasi bahwa perundingan ini akan berlangsung pada Jumat pukul 10.00 waktu setempat (13.00 WIB) dan disepakati oleh kedua belah pihak setelah penentuan waktu dan tempat perundingan dilaporkan berjalan alot.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Washington berharap dapat membahas sejumlah masalah di luar program nuklir Iran, termasuk diskusi terkait rudal balistik dan dukungan jaringan proksi. Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan Iran tidak mencerminkan rakyat Iran.
Perundingan AS dan Iran sebenarnya telah berlangsung pada Juni 2025 lalu, namun dihentikan karena serangan Israel melawan Iran. Pada saat itu, AS bergabung dalam Perang 12 Hari Israel vs Iran dan membom beberapa situs nuklir Iran.
Ekonomi Iran terus merosot tajam setelah perang tersebut berakhir, dan gelombang protes masyarakat sipil meluas secara nasional sejak Desember 2025. Puncaknya, otoritas Iran kemudian merespons dengan kekerasan eksesif, membuat ribuan warga Iran terbunuh.
Kini, armada perang AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln bersiaga di suatu tempat di Laut Arab. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik bersenjata Iran-AS yang diperkirakan bakal mengguncang kawasan Teluk.
Perundingan nuklir AS dan Iran yang dilakukan oleh Qatar, Turki, dan Mesir ini ditujukan untuk membahas kembali pembatasan signifikan bagi Iran untuk memperkaya uranium. Konflik ini terjadi setelah serangan Israel melawan Iran pada bulan Juni 2025 lalu.
Menurut sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya, perundingan AS dan Iran di Muscat, Oman, akan membahas beberapa masalah seperti rudal balistik dan persenjataan Iran serta sekutunya di kawasan Teluk. Hal ini terjadi setelah sebelumnya perundingan ini mengalami penundaan karena Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah mengkonfirmasi bahwa perundingan ini akan berlangsung pada Jumat pukul 10.00 waktu setempat (13.00 WIB) dan disepakati oleh kedua belah pihak setelah penentuan waktu dan tempat perundingan dilaporkan berjalan alot.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Washington berharap dapat membahas sejumlah masalah di luar program nuklir Iran, termasuk diskusi terkait rudal balistik dan dukungan jaringan proksi. Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan Iran tidak mencerminkan rakyat Iran.
Perundingan AS dan Iran sebenarnya telah berlangsung pada Juni 2025 lalu, namun dihentikan karena serangan Israel melawan Iran. Pada saat itu, AS bergabung dalam Perang 12 Hari Israel vs Iran dan membom beberapa situs nuklir Iran.
Ekonomi Iran terus merosot tajam setelah perang tersebut berakhir, dan gelombang protes masyarakat sipil meluas secara nasional sejak Desember 2025. Puncaknya, otoritas Iran kemudian merespons dengan kekerasan eksesif, membuat ribuan warga Iran terbunuh.
Kini, armada perang AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln bersiaga di suatu tempat di Laut Arab. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik bersenjata Iran-AS yang diperkirakan bakal mengguncang kawasan Teluk.