Badai Musim Dingin Dahsyat Membuat Warga Amerika Serikat Hidup Tanpa Listrik dan Penerbangan
Cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal pekan depan telah membuat ribuan penerbangan dibatalkan dan lebih dari 160.000 pelanggan listrik kehilangan pasokan di Amerika Serikat (AS). Badai ini diperkirakan masih dapat melumpuhkan wilayah timur AS, menyebabkan warga hidup tanpa listrik dan kesibukan penerbangan.
Sedikitnya 4.000 penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat dibatalkan, sementara lebih dari 9.400 penerbangan untuk Minggu turut terdampak, menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware. Maskapai-maskapai besar AS pun mengimbau penumpang untuk bersiap menghadapi pembatalan mendadak.
Badai ini membawa kombinasi salju lebat, hujan es, hujan beku, serta suhu ekstrem yang diperkirakan menyapu sekitar dua pertiga wilayah timur AS. Layanan Cuaca Nasional AS memperingatkan potensi akumulasi es yang tebal di kawasan tenggara, dengan dampak yang dapat melumpuhkan aktivitas hingga menimbulkan bencana lokal.
Presiden AS Donald Trump menyebut badai tersebut sebagai peristiwa "bersejarah" dan telah menyetujui deklarasi bencana darurat federal di 12 negara bagian, termasuk Carolina Selatan, Georgia, Tennessee, hingga Virginia Barat. Ia juga mengimbau warga untuk tetap aman dan hangat.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mencatat sebanyak 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan puluhan ribu warga di wilayah selatan terdampak pemadaman listrik.
"Memang ada puluhan ribu orang di negara bagian terdampak di Selatan yang kehilangan aliran listrik. Kami memiliki tim dari perusahaan utilitas yang bekerja untuk memulihkan aliran listrik secepat mungkin," ujar Noem dalam konferensi pers, Sabtu.
Warga AS juga diperingatkan oleh Noem untuk menyimpan bahan bakar dan makanan, serta siap menghadapi kondisi ekstrem. "Cuacanya akan sangat, sangat dingin. Kami mendorong semua orang untuk menyimpan bahan bakar dan makanan. Kita akan melewati ini bersama-sama," ujarnya.
Sektor penerbangan juga terpukul dengan pembatalan tambahan di Atlanta serta sepanjang Pantai Timur seperti Boston dan New York. JetBlue dan United Airlines juga mengkonfirmasi telah membatalkan sekitar 1.000 penerbangan hingga Senin, dengan potensi pembatalan lanjutan.
Operator jaringan listrik meningkatkan langkah antisipasi untuk mencegah pemadaman bergilir. Dominion Energy bahkan memperingatkan badai es kali ini bisa menjadi salah satu peristiwa musim dingin terbesar yang pernah mempengaruhi operasional mereka di Virginia, wilayah yang menampung pusat data terbesar di dunia.
Cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal pekan depan telah membuat ribuan penerbangan dibatalkan dan lebih dari 160.000 pelanggan listrik kehilangan pasokan di Amerika Serikat (AS). Badai ini diperkirakan masih dapat melumpuhkan wilayah timur AS, menyebabkan warga hidup tanpa listrik dan kesibukan penerbangan.
Sedikitnya 4.000 penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat dibatalkan, sementara lebih dari 9.400 penerbangan untuk Minggu turut terdampak, menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware. Maskapai-maskapai besar AS pun mengimbau penumpang untuk bersiap menghadapi pembatalan mendadak.
Badai ini membawa kombinasi salju lebat, hujan es, hujan beku, serta suhu ekstrem yang diperkirakan menyapu sekitar dua pertiga wilayah timur AS. Layanan Cuaca Nasional AS memperingatkan potensi akumulasi es yang tebal di kawasan tenggara, dengan dampak yang dapat melumpuhkan aktivitas hingga menimbulkan bencana lokal.
Presiden AS Donald Trump menyebut badai tersebut sebagai peristiwa "bersejarah" dan telah menyetujui deklarasi bencana darurat federal di 12 negara bagian, termasuk Carolina Selatan, Georgia, Tennessee, hingga Virginia Barat. Ia juga mengimbau warga untuk tetap aman dan hangat.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mencatat sebanyak 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan puluhan ribu warga di wilayah selatan terdampak pemadaman listrik.
"Memang ada puluhan ribu orang di negara bagian terdampak di Selatan yang kehilangan aliran listrik. Kami memiliki tim dari perusahaan utilitas yang bekerja untuk memulihkan aliran listrik secepat mungkin," ujar Noem dalam konferensi pers, Sabtu.
Warga AS juga diperingatkan oleh Noem untuk menyimpan bahan bakar dan makanan, serta siap menghadapi kondisi ekstrem. "Cuacanya akan sangat, sangat dingin. Kami mendorong semua orang untuk menyimpan bahan bakar dan makanan. Kita akan melewati ini bersama-sama," ujarnya.
Sektor penerbangan juga terpukul dengan pembatalan tambahan di Atlanta serta sepanjang Pantai Timur seperti Boston dan New York. JetBlue dan United Airlines juga mengkonfirmasi telah membatalkan sekitar 1.000 penerbangan hingga Senin, dengan potensi pembatalan lanjutan.
Operator jaringan listrik meningkatkan langkah antisipasi untuk mencegah pemadaman bergilir. Dominion Energy bahkan memperingatkan badai es kali ini bisa menjadi salah satu peristiwa musim dingin terbesar yang pernah mempengaruhi operasional mereka di Virginia, wilayah yang menampung pusat data terbesar di dunia.