Pihak Amerika Serikat (AS) telah memberi label teroris pada jaringan Ikhwanul Muslimin, yang diperkirakan mendukung kelompok Hamas di Palestina. Kelompok ini juga dikaitkan dengan Hizbullah dan Al Jamaa Al Islamiya dalam memerangi Israel.
Pemberian label tersebut datang dari Presiden Donald Trump, yang mengarahkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk berkonsultasi dengan Jaksa Agung Pam Bondi dan Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard. Hasil diskusi tersebut didaftarkan sebagai organisasi teroris asing dalam laporan yang selesai dalam 30 hari.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Ikhwanul Muslimin di Mesir, Lebanon, dan Yordania telah memberikan dukungan materi bagi kelompok Hamas dan Hizbullah. Pemimpin Ikhwanul Muslimin di Yordania dikatakan telah memberikan dukungan kepada Al Jamaa Al Islamiya, yang dikenal sebagai kelompok teroris.
Pihak AS juga menyoroti bahwa seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin di Mesir menyerukan serangan kekerasan pada mitra dan kepentingan AS selama perang Israel di Gaza. Namun, tidak ada klarifikasi tentang maksud dari pernyataan tersebut.
Gubernur Texas juga menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing dan organisasi kriminal transnasional. Sementara itu, Council on American-Islamic Relations (CAIR) yang merupakan kelompok advokasi Muslim terbesar di AS dilarang membeli tanah di Texas.
Ikhwanul Muslim Mesir sudah dilarang di Mesir dan Yordania. Kelompok ini didirikan di Mesir hampir 100 tahun yang lalu dan memiliki cabang-cabang lokal di seluruh dunia.
Pemberian label tersebut datang dari Presiden Donald Trump, yang mengarahkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk berkonsultasi dengan Jaksa Agung Pam Bondi dan Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard. Hasil diskusi tersebut didaftarkan sebagai organisasi teroris asing dalam laporan yang selesai dalam 30 hari.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Ikhwanul Muslimin di Mesir, Lebanon, dan Yordania telah memberikan dukungan materi bagi kelompok Hamas dan Hizbullah. Pemimpin Ikhwanul Muslimin di Yordania dikatakan telah memberikan dukungan kepada Al Jamaa Al Islamiya, yang dikenal sebagai kelompok teroris.
Pihak AS juga menyoroti bahwa seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin di Mesir menyerukan serangan kekerasan pada mitra dan kepentingan AS selama perang Israel di Gaza. Namun, tidak ada klarifikasi tentang maksud dari pernyataan tersebut.
Gubernur Texas juga menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing dan organisasi kriminal transnasional. Sementara itu, Council on American-Islamic Relations (CAIR) yang merupakan kelompok advokasi Muslim terbesar di AS dilarang membeli tanah di Texas.
Ikhwanul Muslim Mesir sudah dilarang di Mesir dan Yordania. Kelompok ini didirikan di Mesir hampir 100 tahun yang lalu dan memiliki cabang-cabang lokal di seluruh dunia.