Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 sampai 50 juta barel minyak ke negaranya. Minyak ini akan dipisahkan dan dikendalikan oleh AS sendiri untuk kemakmuran rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Pengambilan ini adalah bagian dari sanksi terhadap Venezuela. Negara di Amerika Latin itu berupaya menghindari pengurangan produksi secara signifikan dalam waktu dekat, karena Washington telah melakukan blokasie ekspor selama pertengahan Desember lalu.
Blokasie tersebut mengejar Venezuela untuk mematikan kemampuan negaranya untuk mengirimkan minyak mentah ke luar negeri. Namun, ada jutaan barel minyak yang masih tertahan di kapal tanker dan tangki penyimpanan milik Venezuela. Pengambilan ini nantinya akan dilakukan dengan menggunakan kapal-kapal penyimpanan dan kemudian dibawa langsung ke dermaga bongkar muat yang ada di AS.
"Presiden telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini," kata Trump. Dengan demikian, Venezuela tidak akan dapat menjual minyaknya ke negara lain dan harus menyerahkannya kepada AS sendiri.
AS telah menyatakan bahwa mereka ingin memiliki kontrak eksklusif dalam produksi minyak Venezuela. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga menutupkan jalan bagi Venezuela untuk menjual minyaknya ke negara lain, termasuk Cina yang sudah menjadi pembeli utama minyak Venezuela selama beberapa dekade terakhir.
"Kita akan memaksa Venezuela untuk menyerahkan pengalihan pasokan ini kepada Amerika Serikat," kata Rubio. Dengan demikian, aspek produksi dan penjualan minyak mentah Venezuela di bawah kendali AS akan lebih kuat lagi.
Pengambilan ini adalah bagian dari sanksi terhadap Venezuela. Negara di Amerika Latin itu berupaya menghindari pengurangan produksi secara signifikan dalam waktu dekat, karena Washington telah melakukan blokasie ekspor selama pertengahan Desember lalu.
Blokasie tersebut mengejar Venezuela untuk mematikan kemampuan negaranya untuk mengirimkan minyak mentah ke luar negeri. Namun, ada jutaan barel minyak yang masih tertahan di kapal tanker dan tangki penyimpanan milik Venezuela. Pengambilan ini nantinya akan dilakukan dengan menggunakan kapal-kapal penyimpanan dan kemudian dibawa langsung ke dermaga bongkar muat yang ada di AS.
"Presiden telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini," kata Trump. Dengan demikian, Venezuela tidak akan dapat menjual minyaknya ke negara lain dan harus menyerahkannya kepada AS sendiri.
AS telah menyatakan bahwa mereka ingin memiliki kontrak eksklusif dalam produksi minyak Venezuela. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga menutupkan jalan bagi Venezuela untuk menjual minyaknya ke negara lain, termasuk Cina yang sudah menjadi pembeli utama minyak Venezuela selama beberapa dekade terakhir.
"Kita akan memaksa Venezuela untuk menyerahkan pengalihan pasokan ini kepada Amerika Serikat," kata Rubio. Dengan demikian, aspek produksi dan penjualan minyak mentah Venezuela di bawah kendali AS akan lebih kuat lagi.