Arif Nuryanta Tak Tahu Eks Panitera PN Jaksel Terima Suap Rp60 M

Eks Panitera PN Jaksel, Arif Nuryanta, Tak Tahu Eks Panitera Muda Perdata Wahyu Gunawan Terima Suap Rp60 Miliar

Hari ini di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, eks Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Muhammad Arif Nuryanta mengaku baru mengetahui bahwa eks Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Wahyu Gunawan menerima suap Rp60 miliar dalam kasus suap vonis lepas tiga korporasi crude palm oil (CPO).

Penasihat hukum terdakwa Ariyanto Bakri menanyakan apakah Arif mengetahui bahwa Wahyu Gunawan diam-diam melipatgandakan permintaan uang kepada terdakwa Ariyanto dari rencana awal Rp30 miliar menjadi Rp60 miliar.

"Apakah saudara saksi mengetahui bahwa saksi Wahyu Gunawan itu menyampaikan bahwa untuk pengurusan perkara ini, dia meminta kepada saudara saksi Arianto itu bukan 30, tapi 60?" tanya penasihat hukum dalam persidangan.

Mendengar pertanyaan tersebut, Arif secara tegas membantah mengetahuinya. Ia justru heran karena menurutnya angka Rp30 miliar saja sudah sulit disepakati oleh pihak berperkara.

"Tiidak sama sekali," jawab Arif yang juga terdakwa dalam kasus korupsi vonis lepas CPO atau minyak goreng ini.

Ketidaktahuan Arif ini mengindikasikan adanya praktik 'main belakang' yang dilakukan oleh Wahyu Gunawan. Berdasarkan keterangan dalam sidang, Wahyu diduga melaporkan kepada Arif bahwa nilai kesepakatan adalah Rp30 miliar. Akan tetapi, di hadapan terdakwa Ariyanto, Wahyu diduga mencatut nama hakim untuk meminta dana hingga dua kali lipat.

Sebelumnya, Arif mengakui bahwa Wahyu memang pernah menawarkan nilai Rp30 miliar untuk mengurus perkara CPO tersebut.

"WG menawarkan untuk eksekusi dengan nilai Rp30 M. Betul ya, Pak, ya?" tanya penasihat hukum.

"Betul," jawab Arif.
 
Kalau aku ngertinya eks panitera Wahyu Gunawan ini sih kalau dia punya rencana untuk meminta dana dari Ariyanto Bakri yang salah paham kalau dia memang meminta Rp60 miliar aja! Kalau benar-benarnya dia meminta Rp30 miliar, kenapa dia gak bisa menolak? Aku bayangin kalau ini sih kasus korupsi vonis lepas CPO yang serius banget!
 
Wah, canggih banget cara korupsi ini! πŸ€‘ Selama ini aku pikir suap hanya tentang duit tapi ternyata ada cara lain lagi yang lebih kreatif. Wahyu Gunawan memang benar-benar sukses dalam membuat 'main belakang' yang bisa menawarkan nilai Rp60 miliar, padahal awalnya hanya ditawarkan sebesar Rp30 miliar! 🀯

Tapi apa yang paling mengejutkan adalah pengetahuan Arif Nuryanta tentang suap ini. Aku tidak percaya, apakah ia benar-benar tidak tahu bahwa Wahyu Gunawan melipatgandakan permintaan uang? Jika itu benar, maka itu berarti ada praktik korupsi yang sangat kreatif dan sulit untuk deteksi! πŸ€”

Aku rasa ini adalah contoh bagus tentang bagaimana praktik korupsi bisa menjadi seperti game yang dimainkan oleh orang-orang dengan cara yang sangat kreatif. Tapi kita tidak boleh ragu-ragu, kita harus terus berjuang untuk mencegah praktik korupsi ini! πŸ’ͺ
 
"Nilai kerja sama tidak terpenting, tetapi integritas adalah hal yang paling berharga." πŸ’ΌπŸ’―

Mungkin kalau Wahyu itu mau bilang jujur dari awal nanti gak ada problem seperti ini, tapi siapa tahu dulu dia hanya ingin mendapat uang dan nggak peduli apa konsekuensi yang dihasilkan.
 
aku rasa ini juga kabar korupsi yang lagi diputar di tv tapi mungkin ada sesuatu yang salah. mengapa jadi bingung kalau korupsi ini bisa terjadi lagi? apakah kita sudah lupa dengan korupsi tahun 2004? toh sekarang lagi seperti itu. dan siapa yang bertanggung jawab? kenapa tidak ada tindakan yang tepat untuk menyelesaikannya? sumbernya apa? aku butuh penjelasan lebih lanjut tentang ini... πŸ€”
 
Aku jadi kagum banget dengar kalau ada yang bisa bermain belakang seperti itu 🀯. Wahyu Gunawan benar-benar bisa membuat orang lain percaya bahwa nilai kesepakatan hanya Rp30 miliar, tapi ternyata dia malah minta dua kali lipat dari sana! Aku rasa ini sangat konyol dan aku tidak punya kata untuk menganggap hal ini πŸ˜‚. Tapi sayangnya ini jadi salah satu kasus korupsi yang serius, jadi kita harus lebih hati-hati dalam pemerintahan ini. Aku harap bisa melihat adanya penyelesaian yang tepat dan adil bagi semua pihak yang terlibat di sini πŸ’Ό.
 
aku pikir ada hal aneh di sini, si Wahyu Gunawan tahu kalau korban suapnya sudah mengambil uang Rp60 miliar? padahal katanya dulu dia hanya ditawarkan dengan nilai Rp30 miliar... aku bayangkan kalau aku saksi dan langsung mendengar informasi yang lebih tinggi dari apa yang aku kenal, sih aku akan malu juga πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
mana sih konsekuensi dari praktik ini ya? kalau demikian, bagaimana caranya bisa Wahyu dan Ariyanto jadi terdakwa dalam kasus korupsi vonis lepas? seharusnya ada bukti nyata atau saksi yang bisa membuktikan bahwa mereka memang menerima uang dari korporasi crude palm oil itu. tapi siapa tahu, mungkin di balik selimut ini ada kejadian lain yang membuat kita semua terkejut 😊
 
Wah, ini gini cerita korupsi yang jadi kabar harian di Indonesia 🀯. Siapa nih yang akan diterima kasih Rp60 miliar itu? Wahyu Gunawan atau siapa lagi? Aku pikir Ariyanto Bakri itu benar-benar mengarahkan pertanyaan ke tempat yang tepat 😏. Jadi, kalau kita lihat dari sudut pandangnya, siapakah yang akan diterima kasih uang itu dan bagaimana cara yang diambil oleh Wahyu Gunawan? Aku rasa ini gini yang seharusnya dibicarakan dalam sidang, bukan hanya sekedar diceritain di media πŸ“°.
 
Kasus korupsi vonis lepas ini benar-benar bikin kekecewa, nggak bisa percaya siapa yang mau menerima suap 60 M. Pertanyaan Ariyanto Bakri terhadap Arif Nuryanta jelas harus dijawab dengan benar, tapi Arif malah bilang tiidak sama sekali, apanya? Wahyu Gunawan pasti punya kejaiban untuk bisa memilihkan Angkatan Biru yang begitu kuat, tapi siapa tahu ada lagi korupsi di balik kasus ini, kan? πŸ€”
 
ini kasus korupsi yang lagi berkejaran di pengadilan 😬. meneh kan Arif bilang dia baru saja mengetahuinya tapi si wahyu gunawan udah buat main belakang sejak awal πŸ€”. siapa sengaja ngelipat gandengan nilai uang dari Rp30miliar menjadi Rp60miliar? πŸ€‘ itu kayaknya gampang banget baginya. dan arif bilang tiidak sama sekali tapi udah ada catatan sidang yang jelas menunjukkan si wahyu gunawan udah melakukannya πŸ˜…. ini kasus korupsi yang serius banget, semoga pengadilan bisa mencapai kebenaran dan memberikan hukuman yang tepat untuk para terdakwa πŸ’Ό.
 
hehe, aku ngomong nanya apa mau dijadikan es krim atau susu coklat sih kalau mau makan malam nanti πŸ¦πŸ€”. tapi nunggu apa lagi? pas dengar berita korupsi kalau orang jadi penasihat hukum gak bisa ngomong asli ya, nanti bukannya sama aja dengan menjadi korupsi juga? apalagi si Arif bilang tidak tahu sih, tapi aku rasa ada yang ngomong salah aja deh.
 
Dah lama kaget juga sih, korupsi di Indonesia masih banyak banget 🀯. Eks panitera yang terdakwa Wahyu Gunawan terima suap Rp60 miliar, kan tidak main-main lagi. Saya rasa ini masih bawah kesadaran banyak orang tentang korupsi dan bagaimana cara mengatasinya. Banyak juga korban yang harus ditanggung oleh sistem hukum di Indonesia πŸ€•. Dan siapa bilang bahwa ini hanya kasus kecil? Semua lagi besar dan beratnya πŸ˜”.
 
hmm, kira2 Wahyu ini udah banyak laku koin dgn korupsi kalau demikian dia pakai main belakang... siapa tahu kalau di pengadilan lain juga ada kasus yang sama... harus diselidiki lebih lanjut dulu. πŸ€”
 
[Diagram sederhana tentang korupsi]

Hmm.. ini bikin penasaran banget. Wahyu Gunawan memang terkena kasus suap vonis lepas 3 korporasi CPO, tapi ternyata dia masih bisa mengelabui orang lain dengan membuat nilai kesepakatan Rp60 miliar dari awal sebenarnya hanya Rp30 miliar. Ini seperti main belakang yang bikin kita penasaran siapa lagi yang terlibat dalam kejahatan ini. πŸ€”

Saya pikir penasihat hukum yang bertanya itu benar-benar berani, tapi juga benar-benar penting untuk menyelidiki apa-apa yang terjadi di balik kasus ini. Sementara Arif Nuryanta yang terdakwa sekarang justru terlihat tidak percaya diri, tapi saya harap dia bisa memperjelas apa-apa yang ia ketahui tentang kasus ini. 🀷
 
Wah yah, ini kasus korupsi nggak biasa banget! 🀯 Eks Panitera muda Wahyu Gunawan kayaknya punya 'main belakang' yang sibuk banget! 😳 60 miliar, waduh! Itu seperti uang kerja rakyat! πŸ€‘ Jangan lupa, eks Panitera Arif Nuryanta nggak tahu apa-apa, tapi aku rasa dia juga punya 'main belakang' yang sibuk banget sama Wahyu! πŸ˜‚ Aku senang melihat kasus ini di pengadilan, sehingga kita bisa tahu siapa-siapa yang terlibat dalam korupsi. 🀝
 
Maksudnya kalau Wahyu Gunawan itu kayaknya bilang dia hanya minta uang sebesar 30 miliar, tapi sebenarnya dia minta lebih dari itu dulu. Tapi Arif yang terkejut banget, karena 30 miliar itu sudah banyak sekali. Maksudnya kalau Wahyu Gunawan itu bilang dia minta 60, tapi Arif ini punyak banget, dia bilang tidak ada yang bisa ditawarkan lebih dari itu πŸ˜’
 
Mereka juga bilang ini terjadi, tapi aku pikir tidak ada yang tahu benar apa yang sebenarnya terjadi. Wahyu memang pernah menawarkan Rp30 M, tapi apakah benar dia hanya menerima Rp60 M itu? Tidak jelas, dan aku malah lebih yakin dengan versi lainnya 😐. Aku juga tidak percaya kalau Arif benar-benar tidak tahu apa yang terjadi, karena jika demikian, bagaimana dia bisa bersikap begitu teguh? πŸ€”
 
oh iya bro, ini kabar korupsi lagi banget! Wahyu Gunawan itu benar-benar bikin rasa salah dengan menerima uang dari Ariyanto Bakri. Kalau dia tahu sudah apa nilai kesepakatan itu, kenapa dia nanti bilang nama Arif juga? kalau Arif tahu benar-benar tidak, tapi dia juga jadi terdakwa, itu sama aja bro... dan ini masih banyak lagi kasus korupsi yang keluar dari pengadilan, kita harus lebih berhati-hati dengan penanaman nilai seperti ini. πŸ™πŸ’―
 
ini kabar malah berasa macet banget nih... Wahyu Gunawan lagi bikin 'main belakang' sih... tapi kemarin Arif juga bilang betul saja nilai yang dia tawarkan Rp30 miliar, jadi nggak ada yang salah kan? tapi kalau benar-benar dia mencatut nama hakim, itu sih kejahatan yang serius banget...
 
kembali
Top